MOTIVASI BLOGGER DI JAKARTA
Aziz Luthfi
Ervi Chayana
Universitas Esa Unggul- Jakarta
Sekolah Athalia- Serpong
aziz.luthfi [at] esaunggul.ac.id
ervi86 [at] gmail.com

Absrak

Seiring dengan perkembangan internet, blog yeng merupakan website pribadi yang selalu diperbaharui secara berkala dan berisi tautan-tautan ke website lain disertai dengan komentar-komentar mereka ikut mengalami pertumbuhan. Ketertarikan seseorang terhadap blog hingga kemudian melakukan blogging dan menjadi seorang blogger tentunya didasari oleh tujuan dan dorongan tertentu yang ada didalam atau diluar dirinya.

Penelitian kuantitatif, dilakukan terhadap sampel blogger di Jakarta untuk mendapatkan gambaran motivasi blogger  konsep motivasi Deci dan Ryan serta perbedaan motivasi tersebut berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia

Dari hasil pengolahan data sampel dengan tingkat kesalahan 10 % diperoleh kesimpulan bahwa (1) Terdapat perbedaan siginifikant antara blooger yang memiliki Intrinsic Motivation,Ekstrinsic motivation dan Amotivation (2) Terdapat perbedaan signifikan usia blogger yang memiliki Intrinsic Motivation,Ekstrinsic motivation dan Amotivation (3)  Terdapat perbedaan jenis kelamin yang siginifikan antara blogger yang memiliki Intrinsic Motivation,Ekstrinsic motivation dan Amotivation

A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Dewasa ini, pemakaian internet semakin meluas di seluruh dunia dan telah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dalam kehidupan manusia. Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Nielsen Online (2009), jumlah pemakai internet di dunia meningkat sebesar 305,5% dari tahun 2000 hingga 2008 dengan total 1,4 milyar pengguna. Meningkatnya penggunaan internet di masyarakat mendorong munculnya berbagai aplikasi dan layanan baru dalam internet. Salah satunya adalah weblog atau yang sering disebut blog. Blog adalah website pribadi yang selalu diperbaharui secara berkala dan berisi tautan-tautan ke website lain yang dianggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri (Barger, 1997). Penulis atau pemilik blog disebut blogger, sedangkan tindakan atau perilaku menulis dan mengirim tulisan di blog disebut blogging.

Blog dibuat untuk dibaca oleh orang lain. Seorang blogger dapat mempublikasikan berbagai tulisan, baik tentang pengalaman, pengetahuan, pemikiran dan minat, untuk dibaca oleh blogger lain maupun pengguna internet lain. Dalam blog juga dapat terjadi interaksi melalui tautan dan komentar. Para blogger dapat saling mengunjungi blog dan kemudian mentaut blog yang menarik. Blogger dapat memberi komentar kepada blog lain dan juga menerima komentar dari blogger lain atau pembaca blog-nya. Walaupun blog baru muncul dan berkembang sejak tahun 90-an, saat ini blog sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan perkembangan internet di masyarakat. Menurut survei Technorati, situs penyurvei blog, pada akhir Desember 2007 terdapat 112 juta blogger di dunia. Seiring berkembangnya jenis-jenis blog, jumlahnya sekarang bisa mencapai 200 juta blogger di dunia (Nugraha, 2008).

Jjumlah pemakai internet di Indonesia mencapai 25 juta orang (Nielsen Online, 2005), dan mengalami perkembangan blog yang pesat dalam waktu singkat. Hal ini tampak dari jumlah blogger yang mencapai 130.000 orang. Bahkan, Menteri Negara Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh mencanangkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional (Kusumaputra, 2007). Di Indonesia, sejak tahun 2007, setiap tahunnya para blogger Indonesia mengadakan Pesta Blogger bertepatan dengan Hari Blogger Nasional. Pesta Blogger tersebut dihadiri oleh para blogger dari seluruh Indonesia, baik yang telah bergabung dengan komunitas maupun yang belum. Berdasarkan data dari situs resmi Pesta Blogger (2008), Komunitas blogger yang di Indonesia antara lain Blogger Family (BlogFam), Muslim Blog, Blogger Bundaran HI, komunitas Blogger Makassar (Angingmamiri), dan lain-lain. Pada Pesta Blogger 2008 yang diadakan di Jakarta pada tanggal 22 November 2008 terdapat sekitar 700 blogger yang hadir. Menurut Enda Nasution, salah satu blogger senior Indonesia, pada tahun 2008 jumlah blog Indonesia mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun 2007, menjadi sekitar 600.000 blog. Komunitas-komunitas blogger juga mengalami peningkatan dengan adanya komunitas-komunitas per wilayah, misalnya komunitas blogger Cikarang dan komunitas blogger Bekasi (Harum, 2008).

Blogger di Indonesia berasal dari berbagai profesi, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengajar, pengusaha, selebriti, kaum profesional hingga politikus. Peminatnya pun tidak memandang jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Blogger juga berasal dari berbagai kalangan usia, dengan rentang terbanyak pada usia 17 hingga 33 tahun (Manungkarjono, 2008). Evan Williams–pendiri situs blogger.com–juga mengatakan bahwa mayoritas blogger adalah anak-anak muda atau mahasiswa (Nasution, 2005).

Seorang blogger dapat mempunyai lebih dari satu blog. Blog yang ditulis pun memiliki tema-tema yang beragam, seperti tema pendidikan, hukum, politik, kehidupan sehari-hari, kesehatan, teknologi, dan lain sebagainya. Selain itu blog juga mulai digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah, media kampanye politik, dan media bisnis.

Ketertarikan seseorang terhadap blog hingga kemudian melakukan blogging dan menjadi seorang blogger tentunya didasari oleh tujuan tertentu. Tujuan tersebut kemudian menjadi motivasi seseorang untuk melakukan kegiatan blogging. Dalam Wikipedia, motivasi adalah keadaan dalam diri individu yang memunculkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Motivasi dapat menjelaskan mengapa blogger melakukan perilaku atau aktivitas blogging Setiap blogger mempunyai motivasi yang berbeda-beda dalam membuat blog dan mempertahankan blognya.

Yudi Wibisono, pemilik blog yudiwbs.wordpress.com, mengatakan bahwa

“Motivasi saya membuat blog adalah membuat dokumentasi mengenai apa yang saya pikirkan dalam waktu tertentu. Kenapa tidak dilakukan secara private saja kalau begitu? Karena saya pikir ada beberapa hal yang mungkin bermanfaat bagi orang lain. Karena ini blog saya, ya jadi lebih bebas menulisnya.”

Penulis blog kodokijo.net mengatakan bahwa ”Motivasi yang mendorongnya membuat blog adalah pertemanan yang terjadi dalam blogging. Dalam blog, ia bisa bergaul dengan dunia luar dan menyampaikan pemikirannya dalam blog (Setiadji, 2008).

Selain itu, ternyata ada motivasi-motivasi lain yang dimiliki oleh beberapa blogger. Menurut hasil Survei Blogger Indonesia pada Oktober 2008, diketahui bahwa 8,1 % dari 100 orang blogger mengharapkan uang dari blog (Nasution, 2008). Cara memperoleh penghasilan dari blog adalah dengan pemasangan iklan pada blog, menjadi sponsor blog dengan menulis tentang produk atau perusahaan tertentu  dalam blognya, menjadi blogger bayaran untuk mengelola blog milik orang atau perusahaan dan lain sebagainya. Salah satu yang sedang marak adalah melalui Google AdSense (Rowse, 2005).

Dari hasil Survei Blogger Indonesia pada Oktober 2008 juga diketahui bahwa, ada blogger yang termotivasi oleh orang lain, ketenaran, dan kebutuhan aktualisasi diri (Nasution, 2008). Blogger yang termotivasi oleh orang lain misalnya karena blogger tersebut mempunyai teman, saudara, atau pasangan yang mempunyai blog kemudian membuat blog karena ikutan-ikutan atau agar dianggap gaul oleh teman, saudara, atau pasangannya. Blogger yang termotivasi oleh ketenaran misalnya saja blogger yang ingin dikenal oleh banyak orang, tulisannya dibaca oleh banyak blogger dan banyak yang memberikan komentar dalam blog-nya. Ketenaran mungkin saja mendasari artis-artis yang akhir-akhir ini banyak yang menjadi blogger.

Hasil penelitian Ericka Menchen Trevino (2005) tentang motivasi blogger di Chicago melalui wawacara terhadap 14 blogger dari rentang usia 18 hingga 28 tahun, mengungkapkan bahwa kebanyakan dari blogger mempunyai motivasi ekstrinsik dan tidak berkomitmen serius pada saat mulai membuat blog. Ia menemukan bahwa adanya komentar atau feedback dari blogger lain yang mungkin tidak dikenal blogger di luar konteks blog ditambah kelebihan blog dalam menyimpan dokumentasi hidup blogger menjadi motivasi yang kuat bagi seorang blogger untuk tetap menulis secara teratur.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Bonnie Nardi dkk (2004), menemukan bahwa terdapat beragam motivasi blogging, yaitu mendokumentasikan hidup, menghasilkan pendapat dan komentar, mengekspresikan emosi yang mendalam, mengeluarkan isi pikiran dengan menulis, dan membentuk dan mempertahankan komunitas forum.

Berangkat dari penelitian mengenai gambaran motivasi blogger di Amerika, sangat menarik untuk diteliti apakah yang menjadi motivasi bagi blogger di Indonesia, khususnya di Jakarta. Karena menurut hasil survei profil blogger di Indonesia yang dilakukan oleh Oktavianus Ken Manungkarjono pemilik blog.kenz.or.id–seorang peneliti yang berlatar belakang pendidikan psikologi–Jakarta merupakan tempat domisili blogger terbanyak di Indonesia (38,52% dari 122 responden). Survei serupa yang dilakukan oleh komunitas Blogger Family, juga menemukan bahwa dari 35,74% atau 54 dari 151 responden berdomisili di Jakarta.

B. PERUMUSAN PENELITIAN

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring (2008) motivasi didefinisikan sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Motivasi juga dijelaskan sebagai keadaan dalam diri individu yang memunculkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku (Kartono, dalam Wikipedia). Motivasi melakukan peranan utama dalam semua perilaku manusia. Salah satu teori tipe motivasi yang terkenal adalah teori motivasi dari Richard M. Ryan dan Edward L. Deci, yang menyatakan adanya tujuh tipe motivasi, yaitu tiga tipe motivasi intrinsik (intrinsic motivation to know, intrinsic motivation to accomplish things, dan intrinsic motivation to experience stimulation), tiga tipe motivasi ekstrinsik (extrinsic motivation external regulation, extrinsic motivation introjected regulation, dan extrinsic motivation identified regulation), dan amotivasi. Motivasi inilah yang berguna untuk menjelaskan perilaku. Dengan mengetahui motivasi seseorang maka dapat dimengerti mengapa orang tersebut melakukan perilaku tertentu, termasuk perilaku blogging.Dengan demikian, motivasi dapat menjelaskan fenomena blogging yang telah dijelaskan pada latar belakang masalah diatas. perumusan masalah yang akan diteliti adalah “Bagaimana gambaran motivasi blogger di Jakarta?”

Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh tipe motivasi blogger di Jakarta dengan menggunakan klasifikasi dari Richard M. Ryan dan Edward L. Deci, yaitu

(1)   Apakah ada perbedaan yang siginificant motivasi Blogger di Jakarta berdasarkan konsep Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation dan Amotivation.

(2)   Apakah ada pengaruh usia yang siginifikan terhadap motivasi Blogger di Jakarta

(3)   Apakah ada pengaruh Jenis Kelamin yang siginikan terhadap motivasi Blogger di Jakarta.

C. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1.      Untuk mengetahui dorongan /motivasi blogger di Jakarta

2.      Untuk mengetahui perbedaan Usia pada motivasi blogger di Jakarta

3.      Untuk mengetahui perbedaan jenis kelamain pada motivasi blogger di Jakarta

D. KEGUNAAN PENELITIAN

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk

(1) Memperkaya perbendaharaan pengetahuan bagi Ilmu Psikologi,

(2) Mendorong pertumbuhan blogger di Indonesia untuk kemashalatan masyarakat.

E. METODA PENELITIAN

Definisi konseptual motivasi blogger adalah kondisi-kondisi internal atau eksternal diri blogger yang menimbulkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku blogging sampai tercapainya tujuan tertentu atau terhalangnya respon.

Definisi operasional dari motivasi adalah total skor dari pernyataan-pernyataan mengenai intrinsic motivation to know, intrinsic motivation to accomplish things, intrinsic motivation to experience stimulation, extrinsic motivation external regulation, extrinsic motivation introjected regulation, extrinsic motivation identified regulation, dan amotivasi dari masing-masing blogger.

Penelitian kuantitatif untuk mencapai tujuan dilakukan dengan menggunakan kerangka seperti ditunjukkan dalam Diagram E-1

Alat ukur yang digunakan adalah Lembar Pertanyaan tertutup Instrumen dalam penelitian ini akan digunakan alat ukur yang mengacu pada teori motivasi Deci & Ryan seperti ditunjukkan dalam Tabel E-2

Tabel E-2 Blue Print instrumen Tipe motivasi

Populasi blogger  di Jakarta sebagai yang terdaftar sebagai pengguna situs layanan blog, blogspot dan wordpress dapat ditunjukkan dalam Tabel E-2

Dengan menggunakan rumusa Issac dan Michael, maka jumlah sampel dengan taraf  kesalahan 10% yang harus diambil 270 dan dengan pendekatan proporsional maka jumlah sampel dapat dilihat pada Tabel E-4 berikut ini.

Untuk mendapatkan sampel secara random dilakukan tahapan berikut :

1.      Menginventarisir blog-blog yang ada pada blogroll peneliti.

2.      Memilih secara random blog yang memenuhi kriteria sebagai subyek atau sampel penelitian dengan menggunakan tabel random.

3.      Menginventarisir blog-blog yang ada pada blogroll blog yang sudah dipilih pada tahap dua.

4.      Memilih secara random blog yang tinggal di Jakarta  dengan menggunakan tabel random.

5.      Mengulangi langkah ketiga dan keempat sampai jumlah sampel yang ditentukan terpenuhi.

F.      STUDI PUSTAKA

1. Definisi Blog

Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger (1997) untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diperbaharui secara rutin dan berisi tautan ke website lain yang dianggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Blog pada prinsipnya masih tergolong dalam tipe home page web pribadi, yang didefinisikan sebagai website yang dipublikasikan dan dikelola oleh individual atau kelompok kecil, dan bersifat informal (Döring, 2002).

Blog juga didefinisikan sebagai bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Menurut Enda Nasution, salah seorang blogger senior Indonesia, blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang blogger, topik-topik yang disukai dan tidak disukai, apa yang dipikirkan terhadap link-link yang dipilih, dan tanggapan terhadap suatu isu.

Menurut Oktavianus Ken Manungkarjono (2006), blog adalah suatu media web online yang digunakan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan pikiran, emosi dan perilaku seseorang atau kelompok sebagai jawaban atas kebutuhan interaksi sosial dan aktualisasi diri untuk menunjukkan eksistensinya sebagai manusia dari waktu ke waktu.

Budi Rahardjo (2005), pemilik blog “Gerakan Bawah Tanah – Mr. GBT” mendefinisikan blog sebagai catatan berkala yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat diakses melalui web dan dapat dikelola dengan menggunakan basis web.

Blog juga dapat didefinisikan sebagai media dimana pemiliknya menuliskan catatan pengalaman pribadi, opini berupa tulisan maupun gambar yang bisa terus diperbarui dan diakses melalui internet. Pemilik weblog–disebut weblogger–bebas mencurahkan pemikiran baik berupa tulisan maupun gambar di situ, melengkapi dengan desain yang diingini dan dilengkapi dengan fasilitas yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pemilik dan pembaca lainnya (Zain, 2005).

2. Tipe Blog

Seiring perkembangannya, banyak pihak yang membagi blog dalam beberapa tipe. Namun, secara umum, blog hanya terdiri dari dua tipe utama, yaitu filter blog dan personal journal (Trevino, 2000). Filter blog merupakan tipe blog yang biasanya berisi tautan yang disertai komentar dan memiliki fokus pada topik yang bersifat eksternal atau non-personal seperti topik politik dan teknologi.

Sedangkan personal journal merupakan tipe blog yang lebih mengarah dan terfokus pada kehidupan seputar kegiatan harian penulis blog. Tipe blog ini bersifat lebih internal dan pribadi. Kebanyakan blog yang ada merupakan personal journal.

3. Definisi Blogging

Blogging merupakan kegiatan menulis blog, blogwalking atau kegiatan membaca dan mengunjungi blog orang lain, memberi komentar, ataupun mendesain halaman blog (Manungkarjono, 2008). Memberikan komentar pada halaman blog hanya bisa dilakukan apabila pemilik weblog menyediakan atau membuka fasilitas ini. Bagi seorang blogger, blogging adalah nafas, tanpa blogging seorang blogger tidak dapat disebut sebagai blogger (Baiquni, 2008).

4. Definisi Blogger

Blogger adalah sebutan untuk penulis blog atau pemilik blog. Sedangkan situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Dengan kata lain, blogger merupakan pihak yang secara rutin mengakses, menulis, membaca, dan melakukan kegiatan blogging. Singkatnya, blogger adalah seseorang yang membuat atau menulis di blog (Isnaini, 2008).

5. Definisi Motivasi

Motivasi adalah keadaan dalam diri individu yang memunculkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Dengan kata lain, motivasi adalah dorongan terhadap seseorang agar mau melakukan sesuatu (Kartono, dalam Wikipedia). Motivasi juga merupakan faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi pada dasarnya merupakan kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan dan memberikan kekuatan yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidakseimbangan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring (2008) motivasi diartikan sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Chaplin (1968), dalam Dictionary of Psychology, menyebutkan bahwa motivasi merupakan satu variabel penyelang yang digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu dalam organisme, yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju sasaran.

Wittig dan Belkin (1990) mendefinisikan motivasi sebagai kondisi-kondisi yang menimbulkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku, biasanya sampai tercapainya tujuan tertentu atau terhalangnya respon. Terdapat banyak pengertian motivasi, namun pada umumnya definisi motivasi mengandung tiga aspek, yaitu aspek penggerak, aspek pengarah dan aspek pertahanan. Seluruh pengertian motivasi menyetujui bahwa motivasi melakukan peranan utama dalam semua perilaku manusia.

Feldman (2005), menjabarkan motivasi sebagai faktor-faktor yang mengarahkan dan menggerakkan perilaku manusia dan makhluk hidup lain.

Morgan dkk (1986) mengistilahkan motivasi sebagai daya yang mendorong dan menarik yang menimbulkan perilaku menetap yang terarah kepada tujuan tertentu. Motivasi disimpulkan dari perilaku (apa yang dilakukan dan dikatakan). Motivasi juga berguna untuk menjelaskan perilaku. Dengan mengetahui motivasi seseorang maka dapat dimengerti mengapa orang tersebut melakukan perilaku tertentu.

Deci & Ryan (2000), individu termotivasi berarti individu tergerak untuk melakukan sesuatu. Individu yang merasa tidak adanya dorongan atau inspirasi untuk bertindak dikatakan sebagai keadaan tidak termotivasi, sedangkan individu yang dikerahkan dan diaktifkan terhadap suatu akhir atau tujuan dikatakan sebagai keadaan termotivasi.

6. Tipe Motivasi Menurut Deci & Ryan

Deci & Ryan (1985), menjabarkan tujuh bentuk atau tipe motivasi berdasarkan perbedaan alasan atau tujuan yang menimbulkan tindakan, yaitu tiga tipe motivasi intrinsik (intrinsic motivation to know, intrinsic motivation to accomplish things, dan intrinsic motivation to experience stimulation), tiga tipe motivasi ekstrinsik (extrinsic motivation external regulation, extrinsic motivation introjected regulation, dan extrinsic motivation identified regulation), dan amotivasi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, digunakan tujuh tipe motivasi, yaitu intrinsic motivation to know, intrinsic motivation to accomplish things, intrinsic motivation to experience stimulation, extrinsic motivation external regulation, extrinsic motivation introjected regulation, extrinsic motivation identified regulation, dan amotivasi.

a. Motivasi Intrinsik

Konsep motivasi intrinsik mengacu pada suatu perilaku melakukan kegiatan atau aktivitas bagi diri sendiri, dan menghasilkan kepuasan dan kenikmatan dari keikutsertaannya (Deci, 1975; Deci & Ryan, 1985b). Ketika individu termotivasi secara intrinsik, individu akan berperilaku secara sukarela tanpa adanya reward dalam bentuk materi atau paksaan dari luar diri individu (Deci & Ryan, 1985). Individu berperilaku lebih karena kesenangan dan tantangan yang ada dalam perilaku tersebut daripada karena paksaan, tekanan, atau penghargaan yang diperoleh dari luar dirinya.

Sementara kebanyakan peneliti-peneliti yang menggunakan konsep global atau umum dari motivasi intrinsik dalam penelitian mereka, teoritikus tertentu (Deci, 1975) mengemukakan bahwa motivasi intrinsik dapat dibedakan ke dalam motif-motif yang lebih spesifik. Vallerand dan koleganya (Vallerand, 1993; Vallerand, Blais, Briere, & Pelletier, 1989; Vallerand, Pelletier, Blais, Briere, Senecal, & Vallieres, 1992) menyatakan suatu rangkaian taxonomi dari motivasi intrinsik yang didasari oleh penelitian mengenai motivasi intrinsik yang menghasilkan 3 tipe motivasi intrinsik.

Tipe pertama adalah intrinsic motivation to know. Tipe motivasi ini berkaitan erat dalam aktivitas yang muncul dari kenikmatan dan kepuasan yang diperoleh dari proses rasa ingin tahu, tujuan pembelajaran, eksplorasi, pemahaman akan hal-hal baru dan keinginan untuk belajar (Gottfried, 1985; Harter, 1981). Oleh karena itu, intrinsic motivation to know dapat didefinisikan sebagai perilaku yang menampilkan aktivitas demi kenikmatan dan kepuasan yang dialami seseorang ketika mempelajari, mengekspolorasi, atau berusaha untuk memahami sesuatu yang baru.

Tipe kedua adalah intrinsic motivation to accomplish things, yang merupakan motivasi yang berkaitan dengan aktivitas yang muncul oleh kenikmatan dan kepuasan yang diperoleh dari usaha untuk bersaing, menciptakan, atau menyelesaikan sesuatu. Individu berinteraksi dengan lingkungan dengan tujuan untuk merasa kompeten dan untuk membentuk keahlian yang unik (Deci, 1975; Deci & Ryan, 1985, 1991). Motivasi berprestasi dapat digolongkan dalam lingkup yang sama dengan intrinsic motivation to accomplish things, dimana individu fokus pada proses pencapaian prestasi bukan pada hasil yang dicapai. Oleh karena itu, intrinsic motivation to accomplish things dapat didefinisikan sebagai perilaku yang menampilkan aktivitas demi kenikmatan dan kepuasan ketika seseorang mencoba untuk menyelesaikan atau menciptakan sesuatu.

Ketiga, intrinsic motivation to experience stimulation, yang terjadi ketika individu terlibat dalam suatu aktivitas dengan tujuan untuk mengalami sensasi stimulus (contoh: kepuasan secara sensoris, pengalaman visual, sama halnya dengan rasa senang dan antusias) yang berasal dari keterkaitan individu dalam aktivitas tersebut. Penelitian tentang sensasi dinamis dan holistik, tentang perasaan bergairah, tentang pengalaman stimulasi aestetik, dan pengalaman puncak adalah representatif dari bentuk intrinsik motivasi tipe ini.

b. Motivasi Ekstrinsik

Kebalikan dari motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik mengacu pada suatu rangkaian perilaku yang secara umum berupa aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan alasan-alasan yang bukan muncul dari dalam diri tetapi untuk alasan-alasan tertentu di luar diri mereka. Perilaku termotivasi secara ekstrinsik dilakukan sebagai alat untuk menghasilkan suatu akhir yang mana sebenarnya terpisah dengan perilaku yang sesungguhnya. Motivasi ekstrinsik menampilkan suatu ragam variasi perilaku yang difokuskan hanya pada hasil akhir dan bukan untuk kepuasan pribadi (Deci, 1975).

Penelitian dan pemikiran Deci, Ryan, dan koleganya (Deci & Ryan, 1985b, 1991) mengemukakan suatu tipologi mengenai motivasi ekstrinsik, dimana beberapa tipe dari perilaku yang termotivasi secara ekstrinsik ternyata mencakup adanya pilihan dan determinasi diri. Mereka mengemukakan empat tipe motivasi ekstrinsik yang memiliki ragam dalam pengukuran determinasi diri dan dapat disesuaikan terhadap rangkaian determinasi diri dari diri yang tidak terdeterminasi ke diri yang terdeterminasi atau dari tingkat determinasi diri terendah ke tingkat determinasi diri tertinggi, yang membentuk motivasi ekstrinsik.

Tipe pertama dari motivasi ekstrinsik adalah external regulation. Individu yang termasuk tipe ini menampilkan perilaku untuk memuaskan suatu tuntutan eksternal atau memperoleh reward tertentu yang mungkin ada. Perilaku terbentuk melalui alat atau sumber eksternal seperti reward material dan paksaan atau adanya faktor orang lain (Deci & Ryan, 1985). Ketika individu secara eksternal teregulasi, perilaku yang ditampilkan diatur untuk menghasilkan suatu hasil akhir yang positif atau untuk menghindari hasil akhir yang negatif, yang terpisah dari aktivitas itu sendiri. Regulasi eksternal yang terdapat pada diri yang tidak terdeterminasi dapat mengakhiri proses tersebut karena regulasi eksternal merupakan tipe determinasi diri dari motivasi ekstrinsik.

Tipe kedua dari motivasi ekstrinsik adalah introjected regulation. Introjected regulation merupakan tahap awal dari proses internalisasi di mana individu mengambil nilai-nilai dari lingkungannya dan membawanya masuk ke dalam diri sendiri. Individu mulai untuk menginternalisasikan alasan dari perilaku mereka namun tidak benar-benar menerimanya sebagai kemauan sendiri. Individu yang mengalami introjected regulation menampilkan perilaku atau tindakan dengan perasaan tertekan untuk menghindari perasaan bersalah atau cemas atau untuk memperoleh ego-enhancement atau kebanggaan. Perilaku individu diperkuat melalui tekanan internal diri seperti rasa bersalah dan rasa cemas tersebut. Bentuk klasik dari introjected regulation adalah keterlibatan ego (Nicholls, 1984; Ryan 1982), di mana seseorang berperilaku untuk meningkatkan atau memelihara self-esteem dan perasaan berharga.

Tipe ketiga dari motivasi ekstrinsik adalah identified regulation. Tipe motivasi ekstrinsik ini berlangsung ketika individu sampai secara sadar menilai dan memutuskan suatu perilaku itu penting bagi dirinya dan, kemudian melakukan perilaku di luar pilihan pribadi. Perilaku tersebut sepenuhnya tampil akibat alasan ekstrinsik (misalnya untuk mencapai tujuan pribadi); namun, perilaku tersebut internally regulated dan self-determinated sehingga perilaku dilakukan seakan karena alasan yang berasal dari dalam diri bukan dari luar diri.

Tipe keempat dari motivasi ekstrinsik adalah integrated regulation. Integrasi terjadi ketika integrated regulation membaur sepenuhnya kepada diri. Hal ini terjadi melalui self-examination dan membawa regulasi baru menjadi selaras dengan nilai-nilai dan kebutuhan-kebutuhan lain yang dimiliki seseorang. Semakin seseorang menginternalisasi alasan bagi sebuah tindakan dan meleburkannya ke diri, semakin besar self-determination dalam tindakan seseorang yang termotivasi secara eksternal. Bentuk motivasi yang terintegrasi mempunyai banyak kesamaan kualitas dengan motivasi instrinsik, keduanya sama-sama dilakukan secara mandiri dan tidak berkonflik. Namun demikian, integrated regulation masih tergolong motivasi ekstrinsik karena perilaku yang termotivasi oleh integrated regulation dilakukan untuk memperoleh nilai instrumental yang diperkirakan terkandung dalam beberapa hasil yang terpisah dari perilaku tersebut, walaupun perilaku tersebut dikehendaki dan bernilai bagi diri. Semakin terdeterminasi atau terintegrasi motivasi ekstrinsik tidak berarti motivasi berubah menjadi motivasi intrinsik. Namun, tipe motivasi ini tidak diikutsertakan dalam penelitian ini demi menghindari bias yang terjadi dalam menentukan karakteristik motivasi. Deci dan Ryan menyatakan bahwa rangkaian kesatuan tipe pokok motivasi ekstrinsik di atas bukanlah kesatuan rangkaian perkembangan. Suatu perilaku atau aktivitas dapat dilakukan karena motivasi identification tanpa harus memiliki motivasi interoject sebelumnya. Selain itu, karena perilaku yang didasari motivasi ekstrinsik tidak diminati secara pribadi dan harus berasal dari faktor eksternal diri, alasan utama orang mau untuk melakukan perilaku tersebut adalah karena mereka dipengaruhi oleh orang yang berarti bagi mereka hingga orang yang dekat dengan mereka (atau ingin mereka dekati), apakah keluarga, teman sebaya, atau suatu kalangan.

c. Amotivasi

Sebagai tambahan, Deci dan Ryan (1985b) mengemukakan adanya suatu konstruk motivasional selain konsep motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, yaitu konsep amotivasi. Konsep amotivasi penting untuk dipertimbangkan dalam memahami perilaku manusia sepenuhnya. Amotivasi adalah keadaan ketiadaan tujuan untuk bertindak atau berperilaku.

Dalam hal ini individu tidak menampilkan adanya kesinambungan antara perilaku dan hasil dari perilaku mereka. Individu sama sekali tidak termotivasi secara intrinsik maupun ekstrinsik. Amotivasi merupakan suatu konstruk yang serupa dengan ketidakberdayaan pembelajar (Abramson, Seligman, & Teasdale, 1978), yang kebanyakan dikarenakan individu yang amotivasi merasa tidak kompeten dan bertingkah seakan mereka tidak memiliki kontrol.

Individu melihat perilakunya sebagai hasil dari dorongan yang berasal dari luar kontrol diri mereka. Individu yang mengalami amotivasi tidak menghargai suatu aktivitas (Ryan, 1995), tidak merasa kompeten untuk melakukan aktivitas (Deci, 1975), atau tidak yakin bahwa aktivitas atau perilaku dapat memberi hasil yang diinginkan. Individu merasa tidak yakin, dan mulai bertanya kepada diri sendiri mengapa dirinya melakukan perilaku tertentu. Bahkan dapat berhenti untuk terlibat dari aktivitas tersebut.

G.    HASIL PENELITIAN

1. Gambaran Umum Responden Penelitian

Penelitian ini melibatkan 270 orang responden penelitian yang didapatkan dari sampling blogger-blogger Jakarta namun hanya 269 responden yang menjawab dengan lengkap, sehingga analisa hanya dilakukan terhadap 269 kuesioner. Adapun gambaran responden penelitian tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:

(a) Usia

Usia responden 17-19 tahun berjumlah 69 (26%), berusia 20-22 tahun berjumlah 87 (32 %), berusia 23-25 tahun berjumlah 55 (20%) dan usia  26-28 tahun berjumlah 58 (22%).

(b) Jenis Kelamin

Pada penelitian ini, terdapat 148 responden (55%) yang berjenis kelamin laki-laki, dan 121 responden (45%) yang berjenis kelamin perempuan.

(c) Situs Layanan Blog

Responden penelitian yang menggunakan situs Blogspot sebanyak 175 responden (65%) dan situs WordPress sebanyak 94 responden (35%).

(d) Jumlah Blog yang Dimiliki

Responden yang memiliki satu alamat blog sebanyak 210 (78%), 39 responden (15%) memiliki dua alamat blog, 15 responden (5%) yang memiliki 3 alamat blog, dan terdapat 5 responden (2%) yang memiliki lebih dari 3 alamat blog

( e) Frekuensi Memperbaharui Blog

Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat 76 responden (28%) yang melakukan kegiatan blogging 1-3 kali dalam tiga bulan terakhir, 56 responden (21%) yang melakukan kegiatan blogging 4-6 kali dalam tiga bulan terakhir, 37 responden (14%) yang melakukan kegiatan blogging 7-9 kali dalam tiga bulan terakhir, dan sebanyak 100 responden (37%) melakukan kegiatan blogging lebih dari 9 kali dalam tiga bulan terakhir.

(f) Lama Menjadi Blogger

Pada penelitian ini terdapat 30 responden (11%) yang telah menjadi blogger kurang dari enam bulan terhitung posting pertama hingga Agustus 2009, 52 responden (19%) yang telah menjadi blogger selama enam bulan hingga satu tahun, 109 responden (41%) telah menjadi blogger selama lebih dari satu tahun hingga dua tahun, dan terdapat 78 responden (29%) yang telah menjadi blogger selama lebih dari dua tahun.

2. Klasifikasi Motivasi Blogger

Dengan menghitung nilai Z dominan dari setiap jawaban responden diperoleh 44 responden yang tidak dapat diidentifikasi sehingga tidak diikut sertakan pada analisa lebih lanjut. Distribusi motivasi dari 225 responden dapat ditunjukkan dalam Tabel F-1

Dengan Taraf signifikasi 0,10 diperoleh F = 41.1 dapat disimpulkan terdapat perbedaan siginifikant antara motivasi Blogger yang memiliki Intrinsic Motivation (44.8%), Extrinsic motivation (37.9%) dan Amotivation (17.3%)

3. Motivasi dan Usia

Usia blogger yang dikelompokkan berdasarkan klasifikasi motivasi dapat ditunjukkan dalam Tabel F-2

Dengan Taraf signifikasi 0,10 diperoleh F = 43.98 dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang siginifikant antara usia Blogger yang memiliki Intrinsic Motivation, Ekstrinsic motivation dan Amotivation

4. Motivasi dan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin blogger yang dikelompokkan berdasarkan klasifikasi motivasi dapat ditunjukkan dalam Tabel F-3

Dengan Taraf signifikasi 0,10 diperoleh F = 2.52 dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang siginifikant antara Jenis Kelamin Blogger yang memiliki Intrinsic Motivation, Ekstrinsic motivation dan Amotivation

H.    KESIMPULAN

(1)   Aktifitas Blogger di Jakarta masih lebih banyak didominasi oleh dorongan yang bersifat internal (to know, to accomplish things, to experience) walaupun tidak berbeda secara siginifant dengan Blogger yang melakukan aktifitasnya berdasarkan dorongan dari luar dirinyan (external regulation, introjected regulation, Identified regulation)

(2)   Masih cukup besar proporsi Blogger di Jakarta yang tidak mengetahui secara pasti tujuan atau alasan melakukan aktifitas bloooging

(3)   Jenis Kelamin dan Usia mempengaruhi secara significant dorongan yang menyebabkan para Blogger melakukan aktifitasnya

I.       PUSTAKA

  1. Abramson, L.Y., Seligman, M.E.P., & Teasdale, J.D. 1978. Learned Helplessness in Humans: Critique and Reformulation. Journal of Abnormal Psychology, 87, 49-74.
  2. Baiquni. 2007. Informasi Blog diunduh dari http://baiquni.wordpress.com/
  3. Barger, J. 1997. Pastiits. 2005. Arti Blog diunduh dari http://www.pasti-its.com/artikel/arti-blog.htm

4. Blood. R. 2000. Weblogs: a history and perspective diunduh dari http://www.rebeccablood.net/essays/weblog_history.html#content

  1. Chaplin, J. P. 1968. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  2. Deci, E. L. 1975. Intrinsic Motivation. New York: Plenum.
  3. Deci, E. L., & Ryan, R. M. 1985. Intrinsic Motivation and Self-determination in Human Behavior. New York: Plenum.
  4. _____. 1991. A motivational Approach to Self: Integration in Personality. In R. Dienstbier (Ed.), Nebraska Symposium on Motivation: Vol. 38. Perspectives on motivation (pp. 237-288). Lincoln: University of Nebraska Press.
  5. _____. 2000. Self Determination Theory and The Facilitation of Intrinsic Motivation, Social Development, and Well-Being. American Psychological Association, Vol. 55, No. 1, 68-78.
  6. _____. 2000. Intrinsic and Extrinsic Motivations: Classic Definitions and New Directions. Contemporary Educational Psychology 25, 54–67 (2000)
  7. Dharmayanti, M. 2009. Overview Adolescent Health Problems and Services. Ikatan Dokter Anak Indonesia.
  8. Döring, N. (2002). Personal Home pages on the Web: A Review of Research. Journal of Computer-Mediated Communication, 7(3). 20, 2005
  9. Feldman, R. S. 2005. Understanding Psychology. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
  10. Gbt. 2006. Informasi mengenai blog, blogging, dan blogger diunduh dari http://gbt.blogspot.com/
  11. Gottfried, A. E. 1985. Academic Intrinsic Motivation in Elementary and Junior High School Students. Journal of Educational Psychology, 77, 631-645.
  12. Gunarsa, S. D. 1989. PsikologiPperkembangan: Anak dan Remaja. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.
  13. Harum, S. 2008. Blogging untuk Perubahan. Media Indonesia, 24 November 2008.
  14. Harter, S. 1981. A New Self-report Scale on Intrinsic versus Extrinsic Orientation in the Classroom: Motivational and Informational Components. Developmental Psychology, 17, 300-312.
  15. Hikmah Teknologi. 2008. Data Blogger dan Pengguna Friendster Indonesia diunduh dari http://teknohikmah.blogspot.com/2008/04/data-blogger-dan-pengguna-friendster.html
  16. Hurlock, E. B. 1991. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo). Jakarta : Penerbit Erlangga.
  17. Isnaini. 2008. Informasi Blog diunduh dari http://www.isnaini.com/
  18. Kenz. 2005. Hasil Riset Awal Mencari Profil Blogger Indonesia diunduh dari http://blog.kenz.or.id/2005/05/06/hasil-riset-awal-mencari-profil-blogger-indonesia.html
  19. _____. 2006. Definisi Blog Menurut Orang Indoneisa diunduh dari http://blog.kenz.or.id/2006/02/09/definisi-blog-menurut-orang-indonesia.html
  20. _____. 2006. Hasil Survei Blogger 2005 dengan Teknik Random Sampling diunduh dari http://blog.kenz.or.id/2006/02/12/hasil-survei-blogger-2005-dengan-teknik-random-sampling-1.html
  21. _____. 2006. Psychoblogology diunduh dari http://blog.kenz.or.id/2006/01/09/psychoblogology/
  22. Kusumaputra, R. A. 2007. Kebebasan Blogger di Indonesia Dijamin. Kompas, 27 Oktober 2007.
  23. Morgan, C. T., King, R. A., Weisz, J. R., & Schopler, J. 1986. Introduction to Psychology. Toronto: Mc Graw-Hill.
  24. Nardi, B. A., Schiano, D. J., Gumbrecht, M., Swartz, S. 2004. Why We Blog. Communication of The ACM Vol. 47, No. 12
  25. Nasution, E. Belajarblog. 2005. Sejarah Blog diunduh dari http://belajarblog.blogsome.com/2005/04/23/sejarah-blog/
  26. _____. 2008. Hasil Survey Blogger Indonesia diunduh dari http://enda.dagdigdug.com/hasil-survey-blogger-indonesia-okt-2008/
  27. Nielsen Online. Internet World Stats. 2005. Jumlah Pengguna Internet diunduh dari http://www.internetworldstats.com/stats.htm
  28. Nugraha, P. Kompastekno. 2008. Cerita Tentang Politisi dan ‘Blog’ diunduh dari http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/07/03/
  29. Nicholls, J. G. 1984. Achievement Motivation: Conceptions of Ability, Subjective Experience, Task Choice, and Performance. Psychological Review, 91, 328-346.
  30. Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi. Bandung: ALFABETA.
  31. Pelletier, L. G., Fortier, M. S., Vallerand, R. J., Tuson, K, M., Brikre, N. M., Blais, M. R. 1995. Toward a New Measure of Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation, and Amotivation in Sports: The Sport Motivation Scale.
  32. Journal of Sport& Exercise Psychology, 1995, 17, 35-53.
  33. Pesta Blogger. 2008 Pesta Blogger diunduh dari http://www.pestablogger.com/
  34. Pusat Bahasa. 2007. Motivasi diunduh dari http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
  35. Retnowati, S. 2007. Remaja dan Permasalahannya. Fakultas Psikologi UGM.
  36. Rowse, D. Problogger. 2005. How Blogger Make Money from Blogs diunduh dari http://www.problogger.net/archives/2005/12/06/how-bloggers-make-money-from-blogs
  37. Ryan, R. M. 1982. Control and Information in the Intrapersonal Sphere: An
  38. Extension of Cognitive Evaluation Theory. Journal of Personality and Social Psychology, 43, 450-461
  39. _____. 1995. Psychological Needs and the Facilitation of Integrative Processes. Journal of Personality, 63, 397-427.
  40. Satusatu. 2005. Potret Pergaulan Era Global diunduh dari http://www.satusatu.com/2005/03/potret-pergaulan-era-global.html
  41. Setiadji. Kodokijo. 2008. Apakah Blogging hanya Hobby Sesaat diunduh dari http://www.kodokijo.net/2008/09/16/apakah-blogging-hanya-hobby-sesaat/
  42. Shaughnessy, J. J., Zechmeister, E. B., Zachmeister, J. S. 2007.
  43. Metodologi Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  44. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.
  45. Bandung: ALFABETA.
  46. Trevino,  M. E. 2005. Blogger Motivation: Power, Pull, and Positive Feedback. University of Illinois Chicago: Department of Communication
  47. Vatlerand, R. J., & Reid, G. 1984. On the Causal Effects of Perceived Competence on Intrinsic Motivation: A Test of Cognitive Evaluation Theory. Journal of Sport Psychology, 6, 94-102.
  48. Vallerand, R. J., Pelletier, L. G., Blais, M. R., Briere, N. M., Senecal, C., Vallieres, E. F. 1992. The Academic Motivation Scale: A Measure of Intrinsic, Extrinsic and Amotivation in Education. Educational and Psychological Measurement, 1992, 55, 1005-1017.
  49. Vallerand, R. J. 1997. Toward a hierarchical model of intrinsic and extrinsic motivation. In M. P. Zanna (Ed.), Advances in experimental social psychology (Vol. 29, pp. 271-360). San Diego, CA: Academic Press.
  50. Winarsunu, T. 2004. Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan Malang: UMM Press.
  51. Wittig, A. F. & Belkin, G. S. 1990. Introduction to Psychology. United States of America: McGraw-Hill, Inc.
  52. Vivanews 2008. Pengguna WordPress di Indonesia Terbesar ke 3 diunduh dari http://teknologi.vivanews.com/news/read/22720/ pengguna_wordpress_indonesia_terbesar_ke_3
  53. Wikipedia. 2008. Blog diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Blog
  54. _____. 2008. Motivasi diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi
  55. Yudiwbs. 2005. Pengertian Motivasi diunduh dari http://www.yudiwbs.wordpress.com
About these ads