A.      PENDAHULUAN

Perguruan Tinggi sebagai sebuah Institusi yang dapat berbentuk Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas menyelanggarakan pendidikan tinggi terikat pada tugas mulia menyelenggarakan pendidikan seperti dirumuskan dalam UU RI no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab 1 pasal 1 yaitu ”usaha sadar dan terecana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Pendidikan Tinggi berfungsi atau memiliki misi untuk mengembangkan atau membentuk kemampuan, watak dan kepribadian menusia melalui pelaksanaan (PP 17 tahun 2010)

(a)   darma pendidikan untuk menguasai,menerapkan, dan menyebarluaskan nilai-nilai luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan olah raga

(b)   darma penelitian untuk menemukan, mengembangkan dan mengadopsi dan/atau mengadaptasi nilai-nilai luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan olah raga

(c)    darma pengabdian kepada masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan olah raga dalam rangka pemberdayaan masyarakat

Walapun keberadaan Perguruan Tinggi adalah organisasi nirlaba (UU RI no 20 tahun 2003 pasal 53) namun Perguruan Tinggi bertanggung jawab mengelola program pendidikannya serta merumuskan dan menetapkan kebijakan (UU RI no 20 tahun 2003 pasal 50) yang meliputi (a) Rencana Pembangunan Jangka Panjang (b) Rencana Strategis (c) Rencana Kerja Tahun (d) Anggaran Pendapatan dan belanja tahunan Perguruan Tinggi (e) Peraturan pemimpin perguruan tinggi, dan (f) Peraturan pimpinan perguruan tinggi lainnya (UU RI no 20 tahun 2003 pasal 51),

Anggaran Berbasis Kinerja ( Performance Based Budgeting ) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan kinerja, yang terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran ( budget entity ).

Kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur. Dengan demikian Anggaran berbasis kinerja harus (a) Melakukan identifikasi secara tepat output dan outcome yang akan dihasilkan oleh suatu program (b) Menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang akan dicapai.

Dengan penyusunan anggaran berbasis kinerja diharapkan rencana dan program-program Perguruan Tinggi yang disusun dapat mengarah kepada :

1.      Tercapainya sasaran yang telah ditetapkan,

2.      Diperoleh hasil yang optimal dari setiap investasi yang dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan

3.      Tercapainya efisiensi pengelolaan sumberdaya serta peningkatan efektifitas dan kualitas pelayanan untuk mewujudkan kesinambungan dan kemandirian organisasi

4.      Mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Untuk menyusun Anggaran Berbasis Kinerja dibutuhkan standarisasi dan penyusunan program dan aktifitas serta perencanaan kinerja.

B.      Penyusunan Program

Merupakan kumpulan kegiatan untuk menghasilkan suatu keluaran dalam upaya merealiasasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Dengan mengacu pada PP no 17 tahun 2010, maka Perguruan Tinggi memiliki 3 program utama yaitu (a) Pendidikan, (b) Penelitian dan (c) Pengabdian kepada masyarakat atau digabung menjadi satu program yaitu Akademik

Program utama tersebut dapat dilengkapi dengan program lainnya, yaitu (a) Pembinaan Kemahasiswaan. (b) Pengelolaan Sumber Daya, dan (c) Pelayanan.

Setelah dilakukan pengelompokkan program, maka ditentukan aktifitas dan Subaktifitas yang akan dilaksanakan untuk mendukung program. Rumusan tersebut sebaiknya mengacu pada PP no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengingat bahwa setiap satuan pendidikan wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan (pasal 91) dengan menggunakan Standar Nasional Pendidikan (pasal 3) dan pedoman penjaminan mutu yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

C.      Program Akademik

Aktifitas dan Sub aktifitas program akademik dikaitkan dengan butir mutu terdiri dari :

(1)   Standar Kurikulum

(a)   Penyusunan Kurikulum yang terdiri dari sub aktifitas (i) Perumusan Kurikulum (ii) Rapat Senat Akademik Fakultas (iii) Rapat Senat Akademik Univesitas

(b)   Peminjauan Kurikulum yang terdiri dari subaktifitas (i) Studi pelacakan (ii) Evaluasi GBPP, Silabus dan SAP

(2)   Standar Proses

(a)   Pelaksanaan Belajar Mengajar yang terdiri dari (i) Perkuliahan (ii) Praktikum (iii) Pembimbingan Skripsi

(b)   Peningkatan kualitas Metoda Pengajaran yang terdiri dari (i) Penyusunan modul presentasi kelas (ii) Penyusunan modul praktikum (iii) Penyusunan modul kuliah

(c)    Pengenalan terhadap dunia kerja yang terdiri dari (i) Kunjungan pabrik/ lapangan (ii) Kerja Praktek (iii) Bimbingan karir

(3)   Standar Penilaian

(a)   Evaluasi belajar mengajar yang terdiri dari (i) Evaluasi semester (ii) Sidang kerja praktek/ Magang (iii) Sidang Tugas Akhir

(b)   Evaluasi kemampuan bahasa inggris yang terdiri dari (i) Placement Test (ii) Evaluasi Tingkat Pencapaian

(4)   Standar Kelulusan

(a)   Meningkatkan kemampuan softskill

(5)   Standard Tenaga Pendidikan

(a)   Rekruitmen dan seleksi

(b)   Peningkatan kesejahteraan meliputi (i) Pembayaran Gaji (ii) Pembayaran Tunjangan Hari Raya (iii) pembayaran Tunjangan Prestasi

(c)    Peningkaan kemampuan akademik (i) Pendidikan lanjut S-2 (ii) Pendidikan lanjut S-3

(d)   Peningkatan kemampuan Pedagogik meliputi (i) Pelatihan penyusunan bahan ajar (b) Pelatihan penggunaan teknologi pembelajaran

(e)   Peningkatan Kemampuan profesional meliputi (i) Peserta forum Ilmiah (ii) Pembicara forum ilmiah

(f)     Peningkatan kemampuan pribadi dan sosial

(6)   Suasana Akademik

(a)   Ketersediaan referensi meliputi (i) Buku Teks (ii) Jurnal nasional terakreditasi (iii) Jurnal ilmiah internasional

(b)   Kegiatan akademik dilingkungan kampus (i) Diskusi/ Pertemuan Ilmiah (ii) Kuliah Umum (iii) Bedah buku (iv) Pameran karya

C.      Program Pembinaan Kemahasiswaan

Aktifitas dan Sub aktifitas program pembinaan kemahasiswaan dikaitkan dengan butir mutu terdiri dari :

(1)   Pembinaan kegiatan kemahasiswaan meliputi (i) Pembinaan Senat (ii) Pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa

(2)   Pembinaan prestasi meliputi (i) Bidang penelitian (ii) Bidang olah raga (iii) Bidang minat/ bakat (iv) Bidang kesenian

(3)   Peningkatan kesejahteraan mahasiswa meliputi (i) Beasiswa (ii) Kesehatan (iii) Konseling

(4)   Pengembangan jaringan dan komunikasi alumni

D.     Program Pelayanan

Aktifitas dan subaktifitas program pelayanan dikaitkan dengan butir mutu terdiri dari :

(1)   Promosi dan publikasi

(2)   Pendaftaran mahasiswa baru

(3)   Persiapan belajar mengajar terdiri dari (i) Informasi program studi (ii) Informasi sistem dan proses administrasi dan keuangan (iii) Pendaftaran ulang

(4)   Peningkatan aksesablilitas terhadap data

(5)   Peningkatan budaya penggunaan ICT dalam pendidikan dan pelayanan

E.      Program Pengelolaan Sumber Daya

Aktifitas dan subaktifitas program pelayanan dikaitkan dengan butir mutu terdiri dari :

(1)   Standar Tenaga Kependidikan

(a)   Rekruitmen dan seleksi

(b)   Peningkatan kesejahteraan

(c)    Peningkatan kualitas keterampilan

(2)   Standar Sarana Akademik

(a)   Pengadaan sarana akademik meliputi (i) Laboratorium (ii) Perpustakaan (ii) Perkuliahan

(b)   Pemeliharaan dan Perbaikan sarana akademik meliputi (i) Laboratorium (ii) Perpustkaan (iii) Perkuliahan

(3)   Standar Sarana Kampus

(a)   Pengadaan sarana kampus

(b)   Pemeliharaan dan Kampus

(4)   Standar Sarana Penunjang

(a)   Pengadaan sarana administrasi

(b)   Pemeliharaan dan Kampus

(5)   Standar Sistem Informasi

(6)   Standar Keuangan

F.       Perencanaan Kinerja

Perencanaan kinerja adalah aktivitas analisis dan pengambilan keputusan ke depan untuk menetapkan tingkat kinerja Perguruan Tinggi yang diinginkan di masa mendatang. Pada prinsipnya perencanaan kinerja merupakan penetapan tingkat capaian kinerja yang dinyatakan dengan ukuran kinerja atau indikator kinerja dalam rangka mencapai sasaran atau target yang telahditetapkan.

Perencanaan kinerja akan membantu Perguruan Tinggi untuk mencapai tujuan yang sudah diidentifikasikan dalam rencana stratejik, termasuk didalamnya pembuatan target kinerja dengan menggunakan ukuran-ukuran kinerja.

Bagian penting dalam penyusunan ABK adalah menetapkan ukuran atau indikator keberhasilan sasaran dari fungsi-fungsi belanja. Oleh karena aktivitas dan pengeluaran biaya dilaksanakan pada tiap unit/ satuan kerja dilingkungan Perguruan Tinggi, maka kinerja yang dimaksud akan menggambarkan tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan, program, dan kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi unit

Indikator kinerja dapat ditetapkan berdasarkan Input (masukan), Output (keluaran), Efisiensi, Kualitas atau Hasil (Outcome)

(a) Masukan (input)

Ukuran masukan ini berguna dalam rangka memonitor jumlah sumber daya yang digunakan untuk mengembangkan, memelihara dan mendistribusikan pengetahuan, hasil penelitian, karya pengabdian kepada masyarakat, kegiatan atau pelayanan. Misalnya, Jumlah jam mengajar dosen, lama kegiatan penelitian

(b) Keluaran (output)

Indikator keluaran (ouput) digunakan untuk memonitor seberapa banyak yang dapat dihasilkan atau disediakan. Indikator tersebutdiidentifikasikan dengan banyaknya tulisan ilmiah dosen/mahasiswa, Jumlah lulusan, mahasiswa yang melakukan daftar ulang

(c) Efisiensi (Eficiency)

Indikator ini berguna untuk memonitor hubungan antara jumlah yang diproduksi dengan sumber daya yang digunakan. Ukuran efisiensi menunjukkan perbandingan input dan output dan sering diekspresikan dengan rasio atau perbandingan.

Mengukur efisiensi dapat dilihat dari sisi input atau output, misalnya (a) Biaya yang dikeluarkan per mahasiswa (b) biaya yang dikeluarkan persatuan program studi atau (c) Jumlah lulusan persemester (b) jumlah karya penelitian mahasiswa persemester

(d)             Kualitas (Quality)

Ukuran kualitas digunakan untuk menentukan apakah harapan para stakeholder dari lingkungan internal ataau eksternal sudah dipenuhi.  Bentuk harapan tersebut dapat diklasifikasikan berdasarkan akurasi, memenuhi aturan yang ditentukan, ketepatan waktu, dan kenyamanan, seperti  (a) Persentase jumlah keluhan mahasiswa (b) Mahasiswa daftar ulang tepat waktu (c) Kecepatan akses Informasi

(e) Hasil (outcome)

Indikator hasil (outcome) digunakan untuk menentukan seberapa jauh tujuan dari setiap fungsi utama, yang dicapai dari output suatu aktivitas (produk atau jasa pelayanan), telah memenuhi keinginan para stakeholder yang dituju, misalnya (a) Lama waktu menunggu mendapatkan pekerjaan pertama

Permasalahannya seringkali tujuan tersebut tidak dalam kendali satu unit kerja, misalnya program pelayanan daftar ulang berkaitan dengan kinerja Unit kerja yang menangani langsung registrasi, unit kerja Fakultas/ Program Studi yang menangani Kurikulum dan Dosen, unit kerja yang mendukung sistem Informasi

(Konsultasi pengembangan aplikasi anggaran berbasis kinerja di Perguruan Tinggi hubungi aziz.luthfi@esaunggul.ac.id, 08121008385)