Aku dimakamkan hari ini
(Suatu Renungan)

Aku mati, Perlahan, tubuhku ditutup tanah.
Perlahan, semua pergi meninggalkanku.
Masih terdengar jelas langkah2 terakhir mereka,
Aku sendirian, di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri, menunggu pertanyaan malaikat..

Belahan hati, belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa2 lagi bagi mereka.
Sanak keluarga menangis, sangat pedih,
aku pun demikian, tak kalah sedih ..

Tetapi aku tetap sendiri, disini, menunggu perhitungan.

Menyesal sudah tak mungkin.
Taubat tak lagi dianggap dan maaf pun tak bakal didengar,

Aku benar-benar harus sendiri..

Ya Allah.. jika Engkau beri aku satu kali lagi kesempatan,
jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMu..
Untuk aku perbaiki diriku,

Aku ingin memohon maaf pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
tersakiti karena aku,

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
yg bahkan kumakan..

Yaa Allah Beri lagi aku beberapa hari milikMu,
Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta.
Teringat kata2 kasar & keras yg menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku,
menyenangkan saudara2ku..

Untuk sungguh- sungguh beramal soleh.
Aku sungguh ingin bersujud dihadapMu lebih lama lagi..

Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
tak ada artinya sama sekali.

Mengapa kusia ‎-sia kan saja waktu hidup yg hanya sekali itu?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu.

Aku dimakamkan hari ini & semua menjadi tak termaafkan & semua menjadi terlambat & aku harus sendiri

Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan dipadang mahsyar…

Ya ROBB sampaikan salamku utk sahabatku yg selalu mengingatkan ku akan hari terakhirku didunia….

Sesungguhnya sahabat yg terbaik yaitu sahabat yang mengingatkanku
(kiriman melalui bb dari Pudjo Parmadi Gropu Alumni24-74, Kamis 17 Februari 2011)