Tulisan ini bukan hanya untuk istriku tapi untuk pembaca walau terasa berat karena membuka aib diri dan keluarga. Semoga pembaca dapat memetik hikmah

Permulaan kehidupan kami tidak terasa harmonis karena perselingkuhan yang aku lakukan dan hampir saja membuat kami berpisah setelah dikarunia dua anak namun karena istriku yang luar biasa, perubahan pola berfikir dari diri, sikap keluarga besar  dan atas izin ALLAH keluarga kami terselamatkan.

Ketika keluarga ini hampir saja runtuh, istriku mendatangi selingkuhan ku bukan untuk marah-marah tapi berbicara sebagai sesama wanita. Aku yakin istriku melakukan seperti itu karena selingkuhan dan keluarganya menasehati aku untuk kembali menata keluarga.

Aku pulang kerumah orang tua untuk merenung mengapa aku melakukan semua itu?  Ternyata jawabannya adalah kebodohanku untuk selalu mengharapkan istriku seperti yang aku harapkan padahal diri ini penuh dengan ketidaksempurnaan. Aku tidak pernah berdiskusi dengan baik tentang pandangan-pandangan yang berbeda, aku tidak pernah berdiskusi dengan baik tentang harapan dan keinginan yang ada dalam diri dengan istriku dan yang lebih parah adalah pandanganku yang selalu harus benar.

Aku menyesali diri karena memang tidak akan mungkin mendapatkan kesempurnaan dalam pasangan kita apalagi diri ini.  Jawabannya hanyalah satu “Apakah aku MAU  mengarungi kehidupan keluarga bersama istriku?  Jika aku mau maka tidak ada masalah yang tidak terpecahkan, tidak ada ketidaksempurnaan yang tidak diterima dengan ikhlas karena memang tidak akan ada manusia yang sempurna didunia ini. Aku bertekad untuk MAU hidup dengan istriku.

Aku menangis untuk mohon ampun kepada Yang Maha Kuasa dan aku mulai kembali shalat dan berxikir menikmati kebersamaan dengan ALLAH yang maha pengasih. Alhamdulillah ALLAH mendengar penyesalanku lalu aku dipanggil oleh keluarga istri didampingi oleh keluarga lain untuk dinasehati.  Keluarga telah berbesar hati untuk menerima kembali diri yang hina ini.

Istriku yang luar biasa bukan hanya mendekati selingkuhanku dengan bijaksana bahkan beberapa tahun kemudian istriku mengajak selingkuhanku untuk berbisnis bersama. istriku sering berkunjung kerumah dan pergi bersama bekas selingkuhanku. Tidak ada dendam yang keluar dari istriku tapi rasa iba melihat kehidupan bekas selingkuhanku.

Beberapa tahun kemudian terdengar kabar bahwa bekas selingkuhanku meninggal dunia. Istriku mengajak aku pergi melayat dan duduk disisi almarhumah dengan membaca Al-Quran dan berdoa.

Mengapa istriku luar biasa ? Dia tidak membuat suasana bertambah keruh dengan memusuhi selingkuhanku,  Dia bersahabat dengan bekas selingkuhanku agar perselingkuhan tidak terjadi lagi,  Dia pemaaf bahkan menghormati dan mendoakan pada saat kematiannya