Aku mempunyai  pasangan hidup…
Saat senang aku cari pasanganku …. saat sedih aku cari ibu ….
Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku … saat gagal aku ceritakan pada ibu…
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku … saat sedih aku peluk erat ibuku …
Saat liburan aku bawa pasanganku … saat aku sibuk anak dianter ke rumah ibu …
Saat sambut valentine selalu beri hadiah pada pasangan … saat sambut hari Ibu aku cuma dapat ucapakan “selamat hari ibu” ….

Selalu aku ingat pasanganku …. Selalu ibu yg ingat aku
Setiap saat  aku akan telepon pasanganku …. Kalau ingat  aku akan telepon ibu
Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku … Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
“Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja…bolehkah kau kirim uang untuk ibu?
Ibu tdk mnta banyak… lima puluh rupiah sebulan pun cukuplah”.
Berderai air mata jika kita mendengarnya……..
Tapi kalau ibu sudah tiada……….Ibu aku RINDU…….AKU RIIINDDUU… SANGAT RINDU….
Berapa bnyk  yang sanggup menyuapkan ibunya….

Berapa banyak yang sanggup membersihkan  muntah ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup mengganti lampin ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup….. membersihkan najis ibunya…….
Berapa banyak yang sanggup……. membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya….
Berapa bnyk yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya….

Dan akhir sekali berapa banyak yang sembahyang JENAZAH ibunya…… atau bahkan saat ini sedang belajar dengan sungguh- sungguh cara sembahyang jenazah untuk digunakan pada waktunya nanti

(kiriman safitri melalui bb 26 Februari 2011 setelah diedit)