Jika berharap uang, yang datang malah utang.
Jika memohon kemudahan, yang datang malah kesulitan.
Jika mendoakan kesehatan, yang menghampiri malah penyakit.

Jangan kau tanya mengapa Tuhan tak kabulkan doa.
Jangan kau paksa kapan Tuhan mengijabah doa.
Jangan kau herani mengapa Tuhan mengabaikan doa.

Tanyakan pada dirimu sendiri, seperti apa tubuhmu bicara.
Tanyakan seperti apa hatimu berkata.

Apakah Subuhmu kau lakukan menjelang dhuha?
Apakah Dhuhurmu kau lakukan di sisa waktu bisnismu?
Apakah Ashar-Magribmu begitu berdekatan?
Apakah Isyamu dilakukan dgn berat hati karena mengantuk dan sdh terlalu larut malam?

Jangan salahkan Tuhan, jika kau bisa bebas berbuat dosa lalu kau kira bisa diputihkan dengan umroh setiap tahun.

Jangan salahkan Tuhan, jika ayat-ayat suci-Nya dijadikan mantera dan jampi. Surat Yusuf dijadikan jampi agar anak ganteng. Surat Maryam dijadikan mantra agar anak cantik, Surat Rahman dibaca hanya agar banyak rejeki, Ada lagi ayat suci yg dibaca hanya agar enteng jodoh, dan lancar berbagai urusan lainnya.

Jangan salahkan Tuhan jika doamu belum juga terkabulkan, sementara kau masih terus asyik menjadikan ayat-ayat suci-Nya sbg isim dan jimat. Kau kantongi Quran mini kemanapun pergi dan stiker Ayat Kursi di jendela dan atas pintu sbg jimat penolak bala.

Jika titah Tuhan hanya terasa sbg beban.
Jika Tuhan hanya kau butuhkan utk urusan dagangmu.
Maka jangan harapkan kecintaan-Nya akan datang. Jangan harapkan doamu akan diijabah…. ..

(kiriman safitri melalui email tanggal 18 Maret 2011)