Di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati krn tegas dan jujur .
Suatu hari, 2 org mnghadap sang hakim. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik karena berdebat tentang hitungan 3×7.
Yang satu mengatakan hasilnya 21 dan yang lainnya bersikukuh mengatakan hasilnya 27.

Ternyata sang hakim memvonis cambuk 10x bagi org yg menjawab 21.
Spontan si terhukum memprotes……
Sang hakim menjawab….
Hukuman ini Bukan utk hasil hitungan mu, tetapi untuk kebodohanmu yang mau-mauna berdebat dengan orang bodoh yg tdk tahu perkalian 3×7 adalah 21!

Hikmah dari crita ini adalah bahwa jika kita sibuk mmperdebatkn sesuatu yang
tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan.

Mengapa? karena dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu.
Banyak dari kita yang sering mengalaminya….  Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga atau kolega.
Berdebat/bertengkar untuk hal-hal  yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma.
Ada saatnya untuk kita diam untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia

Diam bukan berarti kalah….bukan?
Memang bukan hal yang mudah,  tapi janganlah se-kali2 berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai permasalahan.

Janganlah berdebat dengan seseorang manakala kita tahu bahwa sudut pandangnya bertolak belakang dengan kita.

MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORANG YANG BISA MENGONTRL DAN MENGHINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN.

“Sebisa mungkin jangan berdebat dengan siapapun mengenai hal apapun…. karena dalam perdebatan itu banyak bahayanya dan bahayanya lebih besar dari manfaatnya.”(Imam al Ghazali).

“Aku tdk pernah berdebat dengan seseorang untuk menunjukkan kesalahannya atau menunjukkan bahwa akulah pemenangnya.  Jika aku berhadapan dengan lawan2ku… diam-diam aku berdoa …”Ya Allah, Tolonglah dia sehingga kebenaran masuk dalam hatinya dan pada lidahnya dan  jika kebenaran itu ada padaku.. Tolonglah dia agar mengikutiku….Dan apabila kebenaran itu ada padanya…tolonglah aku agar mengikutinya.”(Imam Syafi’i).

“Berdebat adalah cara yg keras dalam mengatasi perbedaan. Engkau tidak akan menemukan perintah dlm Al Quran dan sunnah utk berdebat kecuali ditambahi dengam kata-kata “kecuali dg cara yg baik.”(Hukama),

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dg hikmah dan pengajaran yg baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yg baik. Sesungguhnya Tuhanmu…Dialah yg lebih mengetahui siapa yg sesat dari jalan-Nya dan Dialah yg lebih mengetahui siapa yg mendapat petunjuk.”(QS 16;125).

Rasulullah saw bersabda “Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau. Dan aku menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.” (HR Abu Daud)
(Kiriman Hanum- Komunitas Perlindungan Yatim Indonesia pada tanggal 27 April 2011)

Rasullah bersabda ” Diantara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengar pembicaraan dengan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah wajah ceria dan bila bejanji ditepati” (HR Ad-Dailami)

(kiriman Sahabat Heru, istri tercinta Safitri dan Bunda Fida 6 Mei 2011)