“Janganlah kamu sekali-sekali menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberap golongan diantara mereka (orang-orang kafir itu) dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang beriman.”(QS15;88).

“Janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yg telah Kami berikan kepada golongan2 dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka denganya.”(QS20;1(31).

Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu.” (HR. Muslim)

Kagumilah seesorag bukan karena rupa, harta dan pangkatnya, tetapi karena kesucian jiwa (ketaqwaan) yg berhasil di bangunnya

“Relakan hatimu dengan sesuatu yg Allah berikan untukmu niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.”(Abdullah bin Mas’ud).

Apabila kita termasuk orang yang dikaruniakan banyak harta,  sadarilah bahwa harta itu letaknya hrs selalu ditangan, jangan biarkan ia menguasai hati.
Karen harta cenderung mengajak pemiliknya membangkang taat pd Allah  Rasul-Nya.

Nabi Saw pun sadar betapa berat beban dititipi harta berlimpah.(Renungan Kalbu)

Rasulullah Saw bersabda;”Tuhanku telah menawarkan kepadaku utk menjadikan lapangan di kota Mekkah menjadi emas. Aku berkata,”Jangan Kau jadikan emas wahai Tuhan! Tetapi cukuplah bagiku merasa kenyang sehari,lapar sehari.Apabila aku lapar,maka aku dapat menghadap dan mengingat-Mu,dan ketika aku kenyang aku dapat bersyukur memuji-Mu.”(HR.Ahmad & Tarmidzi).

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi Allah melihat kepada hati dan amalmu.”(HR.Muslim).

(kiriman Fida dikutip dari Renungan Kalbu)