Seorang wanita cantik yang sudah berkeluarga(W) dan seorang pria tampan, baik dan  kaya raya (P) berkenalan di sebuah kantin komplex perkantoran….
Mereka saling tukar pin dan esoknya si pria mulai bbm,
(P) Kamu sangat mengagumkan !…. Paras & budi pekertimu cantik, mandiri penuh belas kasih.
(W) Amin, terima kasih
Esoknya…..
Pria tersebut menelopn Wanita untuk mengatakan “Hai! kapan kita makan bareng lagi ?” Wanita menjawab “kapan saja kalau memang bertemu”
Setelah itu….
Mereka masih sering berhubungan mlalui BBM dan telepon dan sesekali juga janjian pergi makan siang bersama.
Hari-hari berlalu… tiada hari tanpa kontak antara mereka.

Suatu hari, si pria BBM……
Dik… Sebenarnya aku jatuh hati padamu…
Aku tau kamu sudah punya keluarga…
Aku mau menerima kondisimu apa adanya…
Aku tau keadaanmu yg sesungguhnya…
Seberapa pun kamu pandai menutupinya, itulah yg membuatku semakin mengagumimu… Aku berjanji akan membahagiakanmu…
Aku berjanji memberikanmu segalanya lahir & bathin.
Aku berjanji akan menghormatimu…
Aku berjanji akan menyanjungmu karen aku tau hatimu teramat lembut dibalik ketegaranmu….
Dik, maaf jika kjujuranku ini mengganggu perasaanmu…:*

Denga berat hati Wanita menjawab BBM…
Mas… aku mengerti & paham maksudmu, tapi dengan berat hati aku harus jawab TIDAK Aku tau kamu memang tampan, baik dan kaya
Aku yakin banyak wanita yg mengagumimu.

Tapi… taukah kamu mas,…
Mengapa aku bisa seperti sekarang ini ?…,
Itu semua karena dorongan dan semangat suamiku
Dia membuat aku semakin dekat dan yakin dengan Rabb ku…
Sungguh sangat berdosa kalau aku harus berselingkuh dengan orang yang hanya mengagumiku

Mas menyukai ku tidak tulus..karena hanya melihat penampilanku…
Padahal ada orang-orang kesayangan di rumah yg telah membuatku seperti sekarang ini, mereka adalah….  suami & anak2ku tercinta.
Mas, Kalau kamu menyukai aku…itu berarti kamu hanya memetik hasilnya dan cara ini tidak akan pernah abadi.

Taukah kamu mas ??..
Aku memulai semua ini dari nol…
Amanat yang diberikan اَللّهُ yaitu suami & anak2ku lah yg selalu memberiku pelajaran dalam menghadapi hidup ini dikala susah, terpuruk & sukses seperti sekarang

(kiriman Daria Hanum)