Enam Peran atau keberadaan anak terhadap orang tua, yaitu

(1) Penguat iman bagi orang tuanya
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup berusaha) bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu” Ia menjawab “Hai bapakku, kerjakanlah apa yg diperintahkan kepadamu, InsyaALLAH kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar [QS: 37: 102]
(2) Penyelamat kedua orang tua.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah “wahai Tuhanku, kasihlah mereka keduanya sebagaimna mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil [QS: 17: 24],

(3) Penyejuk hati (Qurratu A’ayun)
Dan orang-orang yang berkata  “ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa [QS: 25: 74]

(4) Pendorong perbuatan baik
Wahai bapakku janganlah kamu menyembah syaitan, sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah [QS: 19: 44]

(5) Fitnah/Cobaan
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi ALLAH lah pahala yg besar [QS: 8; 28]

(6) Musuh orang tuanya. [QS: 64: 14]
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yg menjdi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap merek; dan jika kamu memaafkan dan tdk memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha penyayang (Catatan: Pengertian musuh adalah menjerumuskan suami atau ayahnya untuk melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan agama)