Dear Pak Holiq…
So do i, Sir…
Saya juga kehilangan seorang Bapak yang begitu saya sayangi dan saya hormati.
Kami bagai awak kapal tanpa nahkoda….
Tidak tahu kemana angin akan membawa kapal kami berlayar kemana….
Sementara badai di Samudera pasti datang menerjang darimanapun arahnya.
Beliau pergi,saat kami belum sempat menjatuhkan jangkar dan melebarkan layar.
Honestly…
Beliau merupakan salah seorang di UEU yang mengarahkan pekerjaan serta perilaku saya untuk selalu positif, semangat dan Pantang menyerah…
Saya selalu terkenang, jika waktunya menjelang siang,,,
Beliau selalu keliling mengecek anak buahnya…
Bbukan sekedar krn curious sdg mengerjakan apa…
Tapi juga mengetahui kondisi anak buahnya…
Sekedar bercanda…
Sekedar menyumbangkan ide pekerjaan…
Bahkan sekedar nyeletuk ocehan ngawur teman-teman dppu yang sedang ‘underpressure’…
Jika hari Jum’at tiba…hingga sekarang..
Saya sering sedih dan selalu teringat…Bapak dengan ciri khasnya memakai baju putih-putih dan hadir dengan kekhasannya di antara kami…

Sir…
Doa saya selalu,semoga Rahmat dan Baroqah Allah untuk Bapak dan keluarga.Amiin