‎​Tak seorangpun yang menjamin bahwa dirinya akan sampai di bulan suci Ramadhan, meskipun bulan suci Ramadhan tinggal beberapa hari lagi.

Bukankah kita telah banyak mendengar tentang kabar orang-orang yang wafat, sepuluh hari sebelum Ramadhan, lima hari sebelum Ramadhan bahkan satu hari sebelum Ramadhan. Maka wajar jika Rasulullah mengajarkan untuk berdo’a “Allaahumma baarik lanaa fii Rajab, wa sya’ban, wa ballighnaa Ramadhan” Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan.
Sungguh do’a orang-orang yang mengerti akan keutamaan bulan suci Ramadhan. Gegap gempita dalam menyambut bulan yang penuh rahmat dan maghfirah dari Allah SWT. Barang kali inilah orang orang yang termasuk dalam sabda Nabi SAW : “Barang siapa yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka haram baginya api neraka”. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa hadits ini dhaif, namun sangat bersesuaian dengan semua argumen yang berbicara tentang keagungan bulan suci Ramadhan.

Saudaraku!. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang merindukan kehadiran bulan suci Ramadhan. Beribadah dengan khusyuk dan tadhorru. Membangun jiwa dengan ketaqwaan dan membersihkan hati dengan keikhlasan serta meningkatkan mujahadah untuk selalu beserta Allah.

Untuk itu. Sudilah kiranya membukakan pintu hati bagi kami, memaafkan kesalahan dan kehilafan kami, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, agar kami dapat mengisi Ramadhan dengan penuh kegembiraan, ketenangan dan kekhusyukan.

Selamat menunaikan ibadah Ramadhan…

Wassalamu a’laikum. KPYI (Komunitas Peduli Yatim Indonesia )