Untuk Andhit dan Andhika

Kita telah dan sedang merasakan suka, duka, senang sedih masa lalu dan sekarang secara bersama karena Allah masih mentakdirkan keberada pada ruang dan waktu yang sama

Tidak ada seorangpun yang tahu tentang masa depan tapi yang pasti andhit dan andhika adalah pemilik dan pelaksana dari masa depan masing-masing. Tidak ada yang tahu secara pasti siapa yang akan mendampingi kalian dan pekerjaan apa yang akan kalian lakukan terlebih lagi bagaimana kualitas keluarga, pekerjaan yang akan kalian jalani.
Terhadap masa depan, ada sesuatu yang bersifat pasti yang mutlak harus dimiliki agar kualitas hidup yang akan dijalani dapat mudah dicapai yaitu sikap MANDIRI.

Mandiri artinya tidak ada satupun diluar diri kita yang akan mempengaruhi sikap dan perilaku serta emosi kita. Dengan demikian kita akan menjadi orang yang bertanggung jawab penuh terhadap keputusan yag telah dibuat setelah mempelajari berbagai masukan. Beberapa contoh yang perlu diingat tentang pribadi mandiri,
(1) Perasaan senang terhadap pasangan kita adalah karena aku memutuskan untuk senang dan tidak tergantung dari perlakuan dia terhadap aku
(2) Perasaan senang terhadap pekerjaan kita adalah karena aku memutuskan untuk mencintai dan menyenangi pekerjaanku dan tidak tergantung dari perlakuan atasan dan rekan sejawat terhadap diriku bahkan peraturan yg berlaku.
(3) Cintaku kepada ALLAH karena akal pikiran dan hati nurani yang aku miliki telah memutuskan untuk mencintai ALLAH dan menjalankan perintahnya dengan ikhlas dan tidak tergantung dari kondisi keuangan, pekerjaan dan kehidupan tumah tangga dan sosial yang terjadi pada saat ini.

Andhit dan Andhika
Papa selalu berusaha memberikan kebebasan kalian untuk memilih dan menjalankan keputusan. Papa selalu berusaha memberi kalian kesempatan untuk melatih kemandirian tersebut. Papa tidak pernah marah kalau kalian salah memilih dan mencoba alternatif lain karena papa tahu kalian sedang belajar

Andhit dan Andhika
Suatu saat kelak kita harus berpisah karena andhit dan andhika harus membina keluarga atau karena papa sudah kembali menghadap Allah untuk mempertanggung jawabkan tugas yang diberikan kepada papa yaitu mengabdi (Adz-Zaariyat ayat 56) dan menjadi khalifah (Al-Baqoroh ayat 30)

Andhitia dan Andhika
Pada saat tersebut terjadi dan mungkin tidak akan lama lagi usahakan kalian telah menjadi orang- orang yang mandiri (Bukan berarti kalian tidak boleh lagi salah tapi jumlahnya diminimumkan atau tidak lagi mengulang kesalahan yang sama). Gunakan waktu yg singkat ini untuk menunjukkan pada diri sendiri agar kalian sudah bisa mandiri.

Jangan melihat masa lalu tapi tataplah masa depan karena masa lalu hanyalah sepenggal perjalanan yang kontribusinya kemasa depan sangat kecil (bandingkan kaca mobil depan dan kaca spion utk melihat belakang).

Andaikan terdapat masa lalu yag terekam dalam hati dan pikiran kalian yang mengganjal, papa mohon keihlasan kalian untuk memaafkan kebodohan dan keteledoran papa. Papa selalu berdoa kepada Allah yang menguasai hati manusia agar kesalahan dan kebodohan papa tidak menjadi beban bagi kalian.

Semoga renungan ini bermanfaat untuk kita semua.

Peluk cium papa