CINTA dan KENTUT tidak bisa ditahan, keduanya menjadi lega bila terlaksana.

CINTA tertahan = Sengsara,
KENTUT ditahan = Menderita

CINTA tanpa rasa, bukan CINTA namanya,
KENTUT tak berbau, bukan KENTUT namanya.
CINTA dan KENTUT diam-diam membuat orang mabuk kepayang,

CINTA berlebih membuat orang terbuai,
KENTUT berlebih membuat orang terkulai
(Kiriman Yettu Bachtiar- Alumni 24-74)