»Surat Penjual Buah«
Wajahmu memang MANGGIS….
Watakmu juga MELON kolis…
Tapi hatiku Nanas karena cembutu…

SIRSAK nafasku…
Hatiku ANGGUR lebur….
Ini DELIMA dalam hidupku…
Memang ini juga SALAK ku…,
Jariang APEL dimalam minggu …..
YA TUHAN,,,
Mohon BELIMBING mu…,
Kalau memang per_PISANG_an ini yang terbaik untukku…
SEMANGKA engkau bahagia dengan pria lain

SAWO_nara….
Dari DURIANto

Tak lama kemudian…
Si penjual sayur membalas’nya ..

Surat Penjual Sayur
Membalas KENTANG suratmu …..
BROKOLI2 sudah kubilang ….,
Jangan setiap datang rambumu selalu KUCAI….
JAGUNGmu tidak pernah dicukur…
Disuruh dateng malam minggu datengnya hari LABU

Ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin PARE…
Kalau mau nelpon aku saja harus ke WORTE….

Terus TERONG aja….
Cintaku padamu sudah lama TOMAT…
Jangan KANGKUNG aku lagi
CABE deeh