Ramadhan 1432 H, saya dan istri berkesempatan untuk kembali melakukan shalat tarawih dibeberapa Masjid di Wilayah Jakarta, Depok dan Tangerang antara lain
(1) Masjid Al-Istighna Islamic Village karawaci, Tangerang
(2) Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan
(3) Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat
(4) Masjid Bank Indonesia, Jakarta Pusat
(5) Masjid Al-Islam Duri Kosambi, Jakarta Barat
(6) Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat
(7) Masjid Bani Umar Graha Raya Bintaro, Tangerang
(8) Masjid Al-Ikhlas, Depok
(9) Masjid Asy-Syukur Kebayoran Lama, Jakarta Barat
(10) Masjid Al-Muhajirin, Pondok Jagung, Tangerang
(11) Masjid Raya Bintaro IX- Tangerang
(12) Masjid Al-Muhajirin- Catalina Pagedangan
(13) Masjid At-Tin – Jakarta Timur
(14) Masjid Agung Al-Ittihad – Kota Tangerang

Dalam pelaksanaan Tarawih yang dikoordinir oleh Panitia ditemukan beberapa perbedaan dalam jumlah rakaat dan tatacara berzikir dan berdoa.Jumlah rakaat tawarih yang dikoordinir Panitia dapat dikelompokkan atas tiga, yaitu :
(A) SEBELAS RAKAAT TERMASUK WITIR, yang pelaksanaannya dapat dikelompokkan atas dua, yaitu
(a) Setiap 2 rakaat salam (Masjid Al-Istighna, Masjid Bank Indonesia, Masjid Al-Muhajirin Pondok Jagung, Masjid Raya Bintaro IX dan Masjid Al-Muhajirin Pagedangan)
(b) Setiap 4 rakaat salam (Masjid Asy-Syukur)

(B) DUA PULUH TIGA RAKAAT TERMASUK WITIR (Masjid Nurul Islam, Masjid Sunda Kelapa, Masjid At-Tin, Masjid Agung Al-Itthiad)

(C) SEBELAS RAKAAT ATAU DUA PULUH TUGA RAKAAT TERMASUK WITIR yang dapat dibagi atas 2 dua, yaitu,
(a) Jamaah mengawali tarawih secara bersama dan setelah delapan rakaat imam tarawih/imam pengganti dan jamaah yang akan melaksanakan 11 rakaat melanjutkan dengan witir sementara jamaah yang yang akan mengambil 23 rakaat istirahat menunggu jamaah yang sedang melaksanakan witir (Masjid Agung Pondok Indah, Masjid Istiqlal, Masjid Bani Umar)
(b) Jamaah tarawih yang akan mengambil 11 rakaat dilaksanakan setelah shalat Isya dan jamaah yang akan mengambil 23 rakaat dilaksanakan setelah tarawih 11 rakaat selesai dilakukan (Masjid Al-Ikhlas Jatipadang)

Hal lain yang dapat diungkapkan sebagai perbedaan adalah tata cara zikir dan doa setelah shalat fardhu, yaitu :
(A) Semua orang (imam dan Jamaah) melakukan zikir dan doa sendiri tanpa suaru terdengar (Masjid Al-Istighna, Masjid Bank Indonesia, Masjid Al-Ikhlas, Masjid Bani Umar)
(B) Imam meminpin zikir yang diikuti jamaah dan selanjutnya Imam membaca doa yang di-Amin-kan jamaah (Masjid Pondok Indah, Masjid Istiqlal, Masjid Al-Islam, Masjid Sunda Kelapa, Masjid Al-Muhajirin, Masjid Raya Bintaro IX, Masjid At-Tin, Masjid Agung Al-Ittihad ).

Lafdz zikir yang dipimpin Imam dan diikuti Jamaah setelah shalat fardhu memiliki kesamaan yaitu :
(1) Astagfirullaahal ‘azhim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu illaih
Saya memohon ampun kepada Allah yang Mahaagung, tiada Tuhan melainkan Dia Tuhan yang Mahahidup dan selalu siaga, Saya bertaubat kepada Nya

(2) Laa Ilaaha Illallaah wahdahu laa syaariika lah, lahul mulku walahul hamdu, yuhyi wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadir
Tiada Tuhan selain Allah semata, Tiada sekutu bagiNya. Segala kerajaan dan pujian adalah milik Nya.Dia maha menghidupkan dan maha mematikan. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu

(3) Allhumma antas salaam, wa-minkas salaa, wa-ilayka ya’udus salaam, fahayyina rabbanaa bis salaam, wa-adkhilna janaata daaras salaam, tabaarakta rabbana wa-ta’aa layta yaa dzal jalaali wal ikraam
Ya Allah ya Tuhan kami….
Allah lah sumber keselamatan dan dari Allah keselamatan….
Kepada Allah lah kembalinya keselamatan….
maka hidupkanlah kami dalam keadaan selamat dan sejahtera….
Masukkanlah kami ke dalam syurga negeri yang penuh keselamatan….
Allah lah yang kuasa memberi berkah banyak….
Allah yang Maha Tinggi….
Ya Allah, Ya Tuhan Kami yang mempunyai sifat kemegahan dan kemuliaan

(4) Suhaanallaah (33 kali), Alhamdulillah (33 kali), Allahu Akbar (33 kali)
Maha suci Allah, Segala Puji bagi Allah, Allah Maha Besar

Tambahan lafadz zikir yang hanya dibaca di beberapa Masjid yang dikunjungi
(1) Allaahumaa laa maani’aa limaa a’thaita walaa mu’thiya limaa mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu
Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engka berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekuatan karena segala kekuatan dan kemuliaan hanya berasal dariMU

(2) Allaahumma ajirna minar naar
Ya Allah bebaskanlah kami dari api neraka