“Surat untuk anakku” oleh E.Z.MUTTAQIEN, rektor Unisba, bdg :
“ANAK-ANAKKU”…
Ada kehawatiran besar setiap orang tua, di saat tua…
Disaat daya melemah…..
Di saat anak2nya semakin sibuk…
KESENJANGAN….
Diawali dari merenggangnya komunikasi….
Terjadinya perbedaan alam pikir yang menjauh dan sulitnya saling memahami…
Yang mungkin sekarang belum terbayang oleh orang tua kalian semua, tapi itu akan terjadi…
KELAK……
Pada saat nya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata….
Mengiringi semua kekhawatiran yang menyelimuti hati kami….
Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian juga syakaratul maut kami…
“Akan adakah anak- anak tercinta menggumamkan kalimat talkin mengiringi perjalanan kami pulang keharibaanNya dalam syakaratul maut?”….
SAAT INI….
Kami sangat ingin komunikasi kita berjalan mesra, ramah penuh penuh rindu…
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling faham…..
Kita akan saling tengok dan berkunjung tidak hanya saat lebaran saja,
MEMANG kebersamaan kita hanya sebentar….
Hanya 20 tahunan, sisanya kalian akan bersama pasangan kalian sampai akhir hayat kalian…
Rasanya sangat sebentar, belum cukup kita berbagi rasa diwaktu duapuluh tahunan itu… Tapi… mudah2an komunikasi yang kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita…
dan mengecilkan rasa khawatir yang selalu ada di hati kami….
ANAKKU…
Jaga sholat kalian…
Jaga shodaqoh kalian…..
Selalu berbuat baik….
Jangan pernah letih untuk mendekatkan diri kepada Allah…
Berbuat lah yang bisa membuat orang tua kalian berbahagia di alam barzah dan akhirat kelak….
Kami TITIPKAN masa depan akhirat kami kepada akhlaq mulia kalian”.
(Kirriman Ahmad Syiham- Alumni 24-74)