Sejak dulu pertanyaan seperti itu suka muncul di kepala gue….
Perlukah menghafal Al Quran untuk orang yang tidak bercita-cita menjadi Ustadz….
Sebab kalau semua orang sudah hafal Quran hafal hadist, maka para Ustadz dan Ustadzah bisa kehilangan pekerjaan dong……
Di pihak lain, kalau kita hafal Quran tapi tidak diamalkan, tidak diajarkan kepada orang-orang lain, maka kita malah jadi berkhianat, sebab dengan sudah menghafal Quran berarti kita mendapat amanah untuk diajarkan ke orang-orang lain.

Lagipula kalau gue mencoba menghafal Quran…..
Lalu gue tampak jadi rada eksentrik, ‘ntar dibilang gue ini sok belajar ilmu tapi nggak kuat.. Padahal sih emang udah bakat eksentrik aja.
Sampai kemudian tahun 2010 yang lalu sekitar bulan Agustus….
Beberapa hari menjelang Ramadhan gue baca artikel di Internet….
Al Quran itu terdiri dari 6666 ayat, tapi sebetulnya cuma menggunakan 2000 kata… Sebab sebagian besar dari kata-kata itu diulang-ulang….
Baik dalam ayat yang memiliki arti sama, maupun kata yang sama namun dalam ayat yang berbeda…..
Sehingga menghafal Al Quran bukan merupakan sesuatu yang tidak mungkin….
Tapi tentu tetap harus berpedoman pada tafsir yang resmi pula dan juga lebih baik lagi dengan bimbingan Ustadz…..

Nabi Muhammad s.a.w. mulai menerima ayat-ayat Quran pada usia sekitar 40 tahun… Nabi Muhammad tidak langsung sekaligus satu kitab melainkan secara bertahap selama beberapa tahun sampai pada usia sekitar 60 tahun….
Nabi Muhammad wafat pada usia 63 tahun.

Sekitar bulan Oktober 2010 ada liputan di Metro TV…..
Kunjungan seorang reporter ke sebuah pesantren di Yogya dimana para santri sedang menghafal Quran….
Disebutkan oleh seorang santri yang berumur sekitar usia SMA….
Bahwa secara umum orang dapat menghafal Quran dalam waktu 6 tahun….
Kalau yang tidak ada pekerjaan lain maka mungkin bisa sekitar satu setengah tahun sudah hafal.

Tentu saja untuk ukuran orang yang masih muda…..
Sedangkan untuk yang seumuran kita ini….
Gue perkirakan butuh waktu sekitar sepuluh tahun…..
Mengingat umur seperti kita ini yang sudah sekitar 50-an…
Kita lebih berkepentingan terhadap soal akherat….
kalau kita baru memulai menghafal Al Quran pada umur kita yang 50-an ini…
Berarti untuk menambah bekal di akherat, menambah ketaqwaan kita.

Tentu baik juga untuk kita menambah bekal di akherat…
Terutama untuk yang memegang posisi yang menyangkut keselamatan orang banyak misalkan  yang jadi manager,  yang jadi direktur dengan anak buah ratusan atau ribuan,  atau yang jadi kepala bagian penitipan helm.

Kalaupun belum hafal semua tapi sudah keburu ketemu ajal….
Lumayan untuk memperbaiki catatan kita di akherat.
(Kiriman Firmansyah ke Safitri Gemilang 77)