‎Jangan pernah menyesal ya, nak.. mempunyai seorang ibu seperti bunda …

Bunda yang miskin ilmu… tapi berharap kelak engkau tumbuh menjadi orang yg berilmu …
Bunda yang tidak hafal Al-Quran, tapi berharap kelak engkau menjadi satu diantara deretan barisan penghafal Al-Qur ’an…
Bunda yang masih sering lalai, tapi berharap engkau tumbuh menjadi barisan terdepan penegak kebajikan…
Bunda yang terkadang masih egois, tapi berharap engkau tumbuh penuh empati…
Bunda yang terkadang masih bermalasan, tapi berharap engkau tumbuh menjadi anak yg rajin menebar kebajikan di bumi Allah..
Ah, betapa tangan kecilmu begitu ampuh mengingatkan bunda…
Akan setumpuk pekerjaan rumah yang harus bunda benahi dalam diri bunda…
Karena bunda takut, kamu malu punya ibu seperti bunda….
Yang tidak setegar khadijah binti khuwailid….
Yang tidak secerdas fatimah azzahrah…
Yang tidak sedermawan saudah binti zam ’ah….
Yang tidak penuh cinta seperti ‘aisyah binti abu bakar…
Yang tidak serajin hafshah binti umar…
Yang tidak sedermawan zainab binti khuzaimah…
Yang tidak sesabar ummu salamah….
Yang tidak selembut shafiyyah binti huyay..

Begitu banyak pekerjaan rumah bunda, nak…
Semoga engkau mau memaklumi kekurangan bunda…
Semoga kelak engkau tumbuh lebih baik dari bunda..

Beri kesempatan bunda untuk mengerjakan Pekerjaan rumah bunda, nak …
Agar kelak engkau tidak menyesal, mempunyai ibu seperti bunda …
Agar kelak kita sama sama bermuara di pintu surgaNya…
(Kiriman Desy catalina)