Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua yang cukup menghebohkan…. sehingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana….
Mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dunia bisnis ketika istrinya meninggal dunia….
Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan
baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi
seorang Sarjana….
Kemudian setelah anak semata wayangnya tersebut menikah…
Ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar….
Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama -sama dengannya…..
Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartment nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu….
Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya….

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antaraAyah- Anak-Menantu…
Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.

Tahun-tahun berlalu….
Seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga…
Jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua…
Suatu hari mereka bertengkar hebat….
Kemudian anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya…

Seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai
sudah diberikan kepada anaknya….
Mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd….
Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis….

Suatu hari, tanpa disengaja….
Melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah….
Dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu….
Tentu saja, si ayah malu dan menjawab “bukan” mungkin Anda salah orang, katanya.

Akan tetapi temannya curiga dan yakin….
Orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya….
Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman2-nya yang lain…
Mereka akhirnya bersama-sama mendatangi si Ayah.

Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua
itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal…..
Dihadapan para sahabatnya….
Si ayah dengan menangis ter-sedu2,  menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya….
Terjadilah kegemparan disana….
Smua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu…..

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior…

PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka
tersebut…..
Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee….
PM Lee mengatakan “Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti mereka…”

Lalu PM Lee memanggil sang Notaris…
Saat itu juga surat hibah itu dibatalkan demi hukum…
Surat hibah yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee…
Sehingga semua harta milik yang sudah dihibahkan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya….
Anak menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke Apartment ayahny…..

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti
kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia)….
Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi….
Mr Lee mengeluarkan Kebijakan/Dekrit yaitu “Larangan kepada para orangtua untuk tidak menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal”

Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir
hayatnya…
Mr Lww Kwan Yew membuat Kebijakan berupa Dekrit lagi.. .
Semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para
lansia….
Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri… dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.

Anda tidak perlu heran…
Jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia.
Para lansia bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak.

Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya….
PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak2 dan remaja di sana….
Pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina…
Anak2 tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya….

Sebaliknya….
Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasahormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya….
Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri atau
mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur…
Mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu
mengenang saat mereka masih balita….
Orangtua mereka-lah yang …
Membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran…
Memberi pula makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri…
Menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari….
Merawatnya ketika mereka sakit.

(Kiriman Neng ke Safitri Alfi78)