Wahai anakku …..
Janganlah engkau meremehkan seseorang yang berbaju usang karena Tuhanmu dan Tuhannya adalah satu..
Janganlah engkau agungkan seseorag yang bagus bajunya atau tinggi pangkatnya karena baju/pangkat itu bukanlah merupakan zat dan sifat seseorang…

Wahai anakku……
Lebih baik engkau menjadi seorang yang bisu tidak berakal daripada bisa bicara tapi bodoh.
Wahai anakku…..
Tuntutlah ilmu ….
Jika kamu miskin, ilmu itu menjadi harta bagimu…..
Jika kamu kaya maka ilmu merupakan keindahan bagimu.

Wahai anakku…..
Berbuat baiklah kepada siapa yang berbuat buruk padamu..
Tanamlah perbuatan baik…niscaya kamu menikmati hasilnya

Ingatlah wahai anakku…
Barangsiapa menghunus pedang kezaliman ia sendiri yang akan terbunuh…
Barangsiapa menggali lubang kejahatan untuk menjerumuskan saudaranya, ia sendiri yang akan terjerumus kedalamnya.

Wahai anakku…..
Kasihanilah orang-orang miskin karena mereka sedikit sekali kesabarannya…
Kasihanilah orang-orang kaya karena mereka sedikit sekali yang bersyukur…
Kasihanilah semua orang karena mereka dalam kelalaian yang panjang.

Wahai Anakku……
Aku telah merasakan semua makanan yang pahit, tapi tidak kurasakan yang sesuatu yg lebih pahit daripada kemiskinan..
Karena itu…gunakanlah pencarian yang halal untuk mengatasi kemiskinan..
Tidaklah seorang menjadi miskin melainkan ia ditimpa 3 perkara, yaitu tipisnya pengamalan keagamaan…. keyakinan yang lemah…. dan hilangnya harga diri.

Wahai anakku…..
Juallah dunia dengan imbalan akhirat, maka kamu mendapatkan untung keduanya..

Wahai anakku…..
Bila ingin memutuskan suatu perkara…
Janganlah kamu memutuskannya sebelum bermusyawarah dengan pembimbing..

Belajarlah dari pengalaman orang…
karena ia memberimu pelajaran yang diperolehnya dengan mahal sedangkan kamu mengambilnya dengan cuma-cuma.

(Kiriman bunda pada tanggal 25 April 2011)