Kejadian ini terjadi hari Kamis lalu, demi melindungi korban kita sebut saja namanya Linda. Karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, Linda harus bekerja sampai larut malam di kantornya daerah Kuningan.

Kira2 waktu itu jam 11 malam, Linda memesan taksi untuk mengantarnya pulang ke rumah kosnya.
“Kebon Jeruk ya Pak”. Sopir taksi itu hanya menggangguk dan langsung menjalankan taksi.

Selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Linda dan Sopir Taksi. Mungkin Linda merasa capek karena bekerja sampai larut malam. Supir taksi juga tidak berniat untuk berkomunikasi.Sekitar 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Linda ingat kalau ia tidak bawa cukup uang buat ongkos taksi. Di dompetnya cuma ada sekitar Rp 25ribu saja sedangkan biasanya dengan uang toll dan tips ia mesti membayar Rp 40-50rb.

Linda lalu mencolek pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu di daerah pejompongan untuk mengambil uang di ATM.

Tapi tiba2 setelah pundaknya dicolek Linda, Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak pembatas jalan.

Untung saja Linda dan Sopir Taksi tidak mengalami luka serius.

Sopir Taksi itu kemudian menoleh dan berbicara dgn Linda: “Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa? Ibu sih colek2 pundak saya, kagetnya setengah mati bu!!”

Linda: “Lho, masa sih dicolek pundaknya aja kaget??”

Supir taksi: “Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu”

Linda: “Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??”

Supir taksi: “sebelumnya selama 20 tahun saya jadi sopir mobil jenasah….. ”
(Kiriman Oepie Amalia- Alumni 24-74)