SETAN BISU adalah bentuk permainan tingkat tinggi setan dalam melumpuhkan nilai-nilai kebenaran setara dengan senjata was-was, riya, ujub, hasut, dengki (Bisikan jahat yg halus) Hingga identitas Wajib Islam MUSNAH dari diri seseorang

Kalian adalah “umat terbaik” yang diutus keseluruh manusia. Kalian menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah pada yang mungkar” (QS: Ali Imran : 110)

SETAN BISU adalah istilah populer yang disandang oleh orang yang sengaja mendiamkan kebatilan atau kemaksiatan yang terjadi di depan mata, tanpa ada respon apa-apa.Istilah setan bisu diambil dari atsar shahabi yang dicantumkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim Juz II : 21 dalam kitab al Iman. Setan, tentu saja tidak ada yang bisu. Ini hanya sindiran pedas bagi seorang muslim yang sudah kehilangan rasa manisnya iman.

Dalam hadits Nabi disebutkan, “Sesungguhnya setan itu adalah makhluk perasa dan suka menjilat.” (HR. Tirmidzi Sementara watak asli iman adalah punya rasa dalam bentuk kepedulian (sense of responsibility). Bukan iman namanya, jika ada orang yang mati rasa dalam menanggapi situasi dan kondisi sekelilingnya.
Meskipun bentuk penolakannya hanya sebatas hati yang disebut Nabi saw dengan selemah-lemahnya iman.

Setan bisu sebenarnya karakter orang kafir, karena imannya yang asli sudah ia tukar dengan iman palsu yang menipu. Pantas sekali jika Allah berfirman, ”Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka juga tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup.” (QS. Al Baqarah [2] : 6-7)

Watak mereka dingin, cuek dan masa bodoh. Inilah yang disebut kamus bahasa dengan pekak badak alias bengap. Pura-pura tidak ada respon padahal ia dengar atau lihat. Pepatah Melayu kita menyebutnya, ”kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu.
(Kiriman Echie dari Ust Muh Ali Dzulfikar )