Airmata itu puncak rindu kalbunya
Jiwanya terbang ke masa silam
mendengar senandung rindu dari
perempuan yang memagutnya
dalam pesona gemerlap asmara
abadi dan suci…

Anak-anaknya tlah terbang
dengan sayap-sayapnya pongah
dari nafsu dunia yang seksiLelaki itu teronggok di ujung sepi
dalam dinding megah kemunafikan
Dia rindu perempuannya
harum tubuhnya
lenguh nafasnya
abadi dan suci…

Lelaki itu teronggok di ujung sepi
Ia membeku mati ditikam rindu…
(Kiriman Hairul Haq- kaum betawi)