(Tulisan ini dibuat untuk mengenang pengalaman satu tahun setelah mengundurkan diri dari Universitas Esa Unggul untuk dapat dipetik hikmah bagi diri, keluarga dan siapapun yang akan/sedang menghadapi hal yang sama)

Hari itu… kurang lebih satu minggu sebelum semester Genap 2010 dimulai, pesan di BB aku terima “Pak Aziz, semester ini tidak boleh mengajar”… Bagai disambar petir disiang hari yang panas… terbayang bagaimana cara membayar hutang setiap bulan yang jumlahnya hampir 80 persen dari gaji setiap bulan, kebutuhan rutin keluarga dan keluarga inti yang harus dibantu. Hati dan pikiran bergejolak dipenuhi dengan pertanyaan tentang alasan… Rekan Wakil Rektor menyarankan untuk menghadap dan bertanya langsung alasan tersebut….TIDAK….TIDAK…Untuk apa bertanya apabila tidak pernah ada diskusi tentang alasan untuk mengeluarkan larangan tersebut. Ketika sejuta pertanyaan tak terjawab, hati dan pikiran tidak menentu, Aku memilih untuk tidak banyak membahas masalah tersebut dengan siapapun dan lebih banyak berdiam diri di ruang kerja dan menghindari pertanyaan banyak orang ditemani oleh kepulan asap rokok dan beberapa kali dengan sahabat yang datang…
Hampir dua bulan, aku mencoba menghadapi perubahan yang terjadi sebagai akibat dari pelarangan tadi (1) Respek yang hilang/berkurang dari pejabat struktural (2) Sulitnya berkomunikasi dengan anak karena anak merasa malu merasa malu/tidak dapat menerima kalau pelarangan mengajar yang diterimaku  terkait dengan performance kerjanya (3) Pembiayaan cicilan hutang dan belanja yang tersendat serta ketidak jelasan sumber penghasilan tambahan pada semester depan dari kegiatan mengajar seperti ketidakjelasan alasan pelarangan.

Setelah perenungan yang cukup tibalah aku pada salah satu prinsip bekerja yang selama ini saya pegang yaitu “Apabila kehadiran diri sudah tidak lagi memberikan manfaat bagi lembaga lebih baik mengundurkan diri”. Ketika niat disampaikan kepada istri dan anak secara bersama atau sendiri-sendiri, ada dua hal yang dipertanyakan (1) Bagaimana cara membayar hutang setiap bulan padahal selama ini gaji bulanan dan honor mengajar yang diterima hamper 80% hanya digunakan untuk membayar hutang sementara tidak punya uang tabungan (2) Bagaimana kesiapan menghadapi “post power syndrome”?

Reker Pertama Univ INDONUSA di MegaMendung 1994

Setelah bekerja kurang lebih 16 tahun di Universitas Esa Unggul, bertepatan dengan perayaan hari Kartini, aku mengajukan surat pengunduran diri yang disampaikan  ke Pimpinan yayasan dan Universitas. Setelah menunggu 1 minggu tidak ada respon lisan atau tulisan, maka hari terakhir bulan Spril 2011 aku kirim pemberitahuan kepada seluruh pejabat struktural melalui email dan tanggal 1 Mei 2011 secara resmi tidak lagi berstatus sebagai Karyawan tetap Universitas Esa Unggul.  Secara berturutan, aku mulai menerima kiriman email dari beberapa orang sahabat diantaranya bapak Iman Setiabudi (kepala LPPM), Eks Officer Eksekutif, DPPU, Bapak Laris sagala (Koordinator Bahasa Inggris), Ibu Iphov (Ketua Jurusan Teknik Industri), Ibu Safitri (Wakil Dekan fakultas Psikologi), Bapak Aliaras Wahid (Kepala PAMU), Bapak Wasis Susetio (Dekan Fakultas Hukum), Bapak Dihin Septyanto (Kepala BAU), Bapak Budi Cahyono (Dosen Teknik Informatika),  Slamet Raiden (Staf DPPU),  sule (Staf DPPU), Bapak Hadi (Dosen Kesmas), Prof C. Imam Santoso (Dosen UNDIP), Bapak Holiq Raus (Wakil Rektor Kemahasiswaan) dan Koen Hasyim (Staf DPPU).

Jawab atas kedua pertanyaan tersebut adalah “Lupakan masa lalu… Lakukan restrukturisasi pembiayaan…..Badan dan Pikiran HARUS bergerak/bekerja dan TIDAK BOLEH dibiarkan berhenti… Hidup harus tetap punya manfaat”

Hari terakhir di Esa Unggul- kembalikan mobil dinas

1.   LUPAKAN MASA LALU
KENIKMATAN MOBIL untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain (pergi bekerja dan kegiatan social)…. MUDAH…Sejak hari terakhir di Esa Unggul, mobil dinas dikembalikan dan sejak mulai hari itu motor menjadi alat transportasi untuk bergerak (link)

KENIKMATAN DILAYANI KARENA KEKUASAAN….. SANGAT MUDAH… karena selama menjabat tidak pernah dilayani supir apalagi dibawain tas….sudah biasa membereskan meja staf yang terlihat berantakan….sudah biasa mencuci gelas sendiri apabila perlu minum kopi sementara staf belum datang…sudah biasa menyiapkan laporan sendiri… sudah biasa melakukan pekerjaan administratif bersama dengan staf apabila pekerjaan harus segera selesai.

KENIKMATAN DALAM KESENANGAN…. JAUH LEBIH MUDAH…. Karena selama hidup, saya dan istri setiap bulan menikmati kesenangan berjalan mengelilingi MALL untuk belanja kebutuhan rumah tangga satu bulan…. Pergi makan-makan direstoran, bisa dihitung dengan jari sebelah tangan dalam satu tahun dan itupun tidak akan jauh dari rumah bersama anak-anak… nonton bioskop nol… karaoke nol… jalan-jalan ke pantai atau ke gunung nol.

setelah menerima uang jasa

2.   LAKUKAN RESTRUKTURISASI PENGELUARAN
(Satu)
… Tidak ada lagi belanja bulanan. (Dua)…. Uang bensin motor dan makan siang di tempat kerja yang baru Rp 20.000,-/hari. (Tiga)…Tidak mengganti pembatu rumah tangga yang minta berhenti bekerja dan saya mengerjakan pekerjaan rumah terkecuali masak.  (Empat)…Gunakan semua uang jasa 3 bulan gaji yang diterima dari Esa Unggul (klik disini) dan pinjam uang dengan menjaminkan BPKB mobil Suzuki Karimun untuk membayar cicilan hutang selama 6 bulan kedepan sambil mencari sumber penghasilan lain (catatan : BPKB yang akan digunakan untuk jaminan pinjaman ke teman SMA – Defrizal – dikembalikan dan sebagai gantinya Defrizal membayarkan cicilan hutang selama 6 bulan kedepan- Klik disin)

3.   FISIK HARUS TETAP BERGERAK
Setelah shalat subuh..cuci piring gelas yang belum sempat dicuci malam hari..beres2 meja dapur.. panaskan air untuk buat kopi dan teh… Memanaskan mobil/ motor yang akan dipakai anak ke kantor… Mengantar istri naik motor ke tempat kendaraan umum… menyiram pohon… menyapu dan mengepel lantai… memasak nasi… menurunkan pakaian yang dijemur… menyemprot kamar dengan obat nyamuk….cuci piring setelah makan malam…adalah pekerjaan yang membuat fisik tetap bergerak.

Ikan Koi yang mulai dipelihara sejak kecil setelah Resign

Untuk mengenang salah satu tonggak perjalanan hidup,..dibuat kolam ikan ukuran 2 x 1.5 m  dan ikan koi ukuran jempol sebanyak 20 ekor mulai menemani hari-hari dirumah dan membuat fisik dan emosi tetap bekerja normal

Kantor marketing Panorama - Depok

4.   MENCARI PEKERJAAN BARU
Perkuliahan semester Genap sedang berlansgung sehingga sangat tidak mungkin untuk mencari alternatif mengajar di Perguruan Tinggi lain. Pekerjaan yang tersedia adalah menjadi salesman rumah (klik disini) dengan gaji satu juta rupiah setiap bulan ditambah komisi rumah yang terjual. Tidak terlintas pernah kuliah sampai strata-2, ………pernah menjadi Wakil Rektor…

Naik motor ke kantor Marketing di Semplak Bogor

Setiap hari motor dipacu menuju Depok dengan jarak kurang lebih 90 km dan waktu tempuh 1.5 jam menembus cuaca panas dan hujan, debu yang beterbangan dan belajar tentang dunia property dengan adik yang punya usaha tersebut dan staf lain yang pendidikannya hanya SMA namun punya pengalaman dalam dunia property.  Namun fisik yang sudah berusia 55 tahun akhirnya harus menghadapi kenyataan ketika tangan sudah terasa gemetar, batuk yang tidak berhenti, suhu badan sering tidak menentu hanya mampu bertahan selama 3 bulan.

Untuk bisa mengajar kembali pada semester ganjil 2011, Aku menghubungi teman di ITB yang menjadi Rektor di IISIP (DR IR Maslina) dan mendapat tugas mengajar Pengantar Statistika Sosial 2 kelas…… Teman kuliah di Pasca Sarjana ITB  yang menjadi Direktur Strata-1 Prasetya Mulya Business School (Prof DR Agus Suhadi) dan mendapat tugas mengajar Statistic Business 2 kelas, Mathematic Business 4 kelas…. Mantan Purek Akademik Universitas Esa Unggul yang sekarang menjadi Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Multimedia Nusantara (Prof DR Muliawati) dan mendapat tugas mengajar Mathematic Business dan financial Mathematic masing-masing 1 kelas… Rekan Dosen di STEKPI yang saat ini menjabat sebagai Ketua Biro Kendali Mutu (Nansih., SE.,ME) dan mendapat tugas mengajar Mathematic Business 1 kelas (klik disini perkuliahan semester ganjil 2011)

5.   MENCARI PERAN DALAM MASYARAKAT
Berbagi pengetahuan dan ilmu pengetahuan harus tidak boleh berhenti walaupun sudah tidak mengajar lagi dan blog merupakan alternatif yang sangat mungkin. Sejak blog dilunculkan (https://azizluthfikafrawi.wordpress.com)  dengan katagori Artikel, bahan Ajar, Intermezon, Kesehatan, Opini, Pelajaran dari Kehidupan, Puisi, Renungan, Profile dan Kenangan telah dikunjungu oleh 20.589 hit dengan rincian Mei (677), Juni (915), Juli (807), Agustus (999), September (2.011), Oktober (3.085), November (2.595), Desember (2.349), Januari (1.419), Februari (1.533), Maret 1.849) dan April (2.564)

Bersama Generasi Masa Depan di Musholla Al-Ikhlas (http://mushollaarrohman.wordpress.com)

Mulai bulan Januari 2012 aktif di Musholla Al-Ikhlas sebagai ketua Pengurus dan mengkomunikasikan kegiatan tersebut dalam blog (htt(http://mushollaarrohman.wordpress.com)

6.   MENEMUKAN KOMUNITAS SOSIAL
Sudah merupakan hukum alam apabila komunikasi dengan rekan-rekan dari Esa Unggul menjadi terputus atau berkurang terlebih lagi dengan adanya suasana emosional yang ada diseputar pengunduran diri. Komunitas maya melalui faceboonk merupakan alternatif untuk saling berbagi dengan teman-teman baru. Saat ini, jumlah friends di facebook 381 orang yang berasal dari mahasiswa di Universitas Multi Media, Prasetya Mulya Business School, IISIP dan mahasiswa Psikologi kelas Eksekutif angkatan 2011.

APA PERASAAN SETELAH SATU TAHUN MENGUNDURKAN DIRI
1. Perasaan Dibutuhkan dan Dihargai
Rasa dibutuhkan dan dihargai juga datang dari mahasiswa Psikologi kelas Eksekutif angkatan 2010 yang masih terus berkomunikasi melalui sms, bb dan datang bersilaturahim kerumah walapun saya tidak mengajar lagi sesuai harapan mereka

Rasa kekeluargaan yang dibina sejak program eksekutif berdiri masih terus tetap melekat kuat dengan kedatangan eks staf program eksekutif pada hari ulang tahun 14 Agustus 2011.. 3 bulan setelah mengundurkan diri dari Universitas Esa unggul

Walaupun di Universitas Esa unggul mulai semester Genap 2011 tidak boleh lagi mengajar di Fakultas Psikologi (Statistik Psikologi I, II) dan di Fakultas Komunikasi 9Pengantar Statistik Sosial), perasaan dibutuhkan dan dihargai masih didapat dari pemberian penugasan mengajar semester Genap dari IISIP, Prasetya Mulya Business School, Universitas Multimedia Nusantara.

2. Perasaan Sedih
Rasa bersalah karena orang-orang yang telah bersama membangun Program Eksekutif dan DPPU dimutasikan (Hesti- Humas,  Handayani- Fakultas Ekonomi bulan November 2010, Koen Hasyim- Humas bulan Desember 2011, Soegiyanto – Fakultas Ekonomi Januari 2012, Safitri- Dosen tetap fakultas Psikologi, Julius- Sarana Prasarana Mei 2012) dikeluarkan dari Esa Unggul ( Iwan Trilaksmono dan Slamet – April 2012)

3. Perasaan Tenang
Lebih banyak waktu dirumah artinya lebih besar kesempatan untuk shalat jamaah di musholla baik yang bersifat wajib maupun sunnah

 

 

 

LAST BUT NOT LEAST adalah dukungan dari istri tersayang yang tidak pernah mengeluh walaupun harus bekerja lebih banyak lagi untuk memeneuhi kebutuhan sehari-hari, tersenyum walau harus menghadapi sikap dan perilaku ku ketika emosi, sigap memijat badan yang sudah mulai renta manakala terasa sakit. Anak-anak yang tetap bangga dengan pendirian orang tuanya walau tidak dapat memberikan materi berlebihan